JAKARTA - Otoritas kesehatan Amerika Serikat memberikan laporan kematian pertama akibat wabah bakteri E.coli pada selada romaine yang menyebabkan 121 orang sakit di AS. Belum ada detail yang dirilis perihal korban, kecuali kalau orang tersebut berada di California, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Kamis (3/5/2018).

Pejabat kesehatan di California menuturkan 24 orang jatuh sakit di negara bagian tersebut, termasuk juga korban yang meninggal. “Karena undang-undang privasi pasien, kami tidak bisa memberikan detail lebih lanjut,” kata Kementerian Kesehatan Publik dalam sebuah pernyataan.

Bulan lalu, otoritas AS mengambil langkah luar biasa untuk meminta orang-orang membuang selada romaine yang masih mereka miliki, dan tidak memakannya kecuali apabila mereka yakin itu bukanlah berasal dari Yuma, area Arizona tempat tumbuhnya sebagian besar selada yang dijual di AS selama musim dingin.

Pejabat masih belum mengidentifikasi sumber wabah itu. Satu ladang Arizona dikaitkan dengan E.coli di satu bonggol selada romaine, akan tetapi sedikitnya 24 lokasi sedang diinvestigasi.