JAKARTA - Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders dalam sebuah pernyataan pada Senin (16/4/2018), mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sanksi bagi Rusia menyusul dugaan serangan senjata kimia di Suriah. "Kami sedang mempertimbangkan sanksi tambahan bagi Rusia dan keputusan akan diambil dalam waktu dekat."

Sanders tidak menyebut alasan pemberlakuan sanksi. Akan tetapi pada Minggu (15/4) Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-bangsa, Nikki Haley telah menyatakan bahwa negaranya sedang mempersiapkan sanksi baru pada Rusia dikarenakan memberi dukungan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad.

Sanksi tersebut akan menjadi sanksi kedua dalam satu tahun terkait Suriah dimana Assad merupakan sekutu Moskow.

AS juga menetapkan sanksi kepada 24 warga Rusia awal bulan ini, terkait dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden AS yang memenangkan Donald Trump. Moskow membantah segala tuduhan.

Washington mengaku punya bukti bahwa pasukan Suriah melakukan serangan senjata kimia pada 7 April lalu di Kota Douma, Ghouta Timur. Serangan itu menewaskan lebih dari 70 orang dan membuat 500 lainnya luka-luka. Klaim Washington atas serangan senjata kimia digelontorkan walaupun Organisasi Pengawas Senjata Kimia Internasional belum melakukan inspeksi ke lokasi.