JAKARTA-Ratusan supir angkutan umum jurusan Tanah Abang sudah dua kali melakukan aksi unjuk rasa terhadap Pemprov DKI Jakarta terkait penataan Tanah Abang dengan menutup sebagain Jalan Jati Baru. Penutupan itu sebagian digunakan pedagang kaki lima (PKL) dan Transjakarta.

Akibatnya, pendapatan supir angkot mengalami penurunan hingga 60 persen karena masyarakat lebih tertarik menggunakan Tanah Abang Explorer sementara angkot jurusan Tanah Abang tidak bisa mendapatkan penumpang.

Meski sudah ditemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, rupanya penyelesaian pada nasib supir angkot belum selesai karena wacana Pemprov ajak gabung dengan program OK OTrip tidak begitu disambut baik. Hal itu disebabkan banyaknya supir yang tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta yang sebagai salah satu syarat OK OTrip.

Menyikapi itu, Sandi berencana akan membuatkan KTP Jakarta pada seluruh supir angkot jurusan Tanah Abang dengan bekerjasama oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcap).

"Nanti kita coba cari solusianya untuk yang tadi tidak ber-KTP DKI ya kita buatin KTP DKI karena mereka sudah tinggal di sini masa sudah tinggal di sini berpuluh-puluh tahun ada yang dari tahun 70 di sini belum ber-KTP DKI," terang Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Bagi Sandi, mengikut sertakan supir angkot dengan program OK OTrip adalah salah satu solusi yang tepat terhadap program Pemprov terkait transportasi yang terintegrasi.

"Ini adalah bagian dari pada program pemerintah untuk memastikan bahwa masyarakat punya transport yang terintegrasi, nah ini yang nanti kita coba cari solusianya," paparnya.