BREAKINGNEWS.CO.ID – Indonesia Olimpian Association (IOA) mengirimkan tiga wakil Olimpiannya untuk menyambangi dua pelatnas cabang olahraga yang akan dipertandingakan Asian Games 2018. Hal ini dilakukan semata-mata untuk memberikan motivasi tambah kepada para atlet agar dapat lebih bersemangat dalam menghadapi pesta oleharaga terbersa di Asia ini yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang di Jakarta-Palembang.

Tiga Olimpian yang diutus tersebut, yakni Anton Suseno, Yudhi Sulistianto Wahid dan Rosiana Tendean. Dalam kunjungan mereka ke (Pelatnas) Senam yang terletak di kawasan GOR Ragunan, dan pelatnas Squash di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Sabtu (11/8/2018). Ketiga Olimpian ini merupakaan para mantan atlet andalan Merah Putih yang pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Anton Suseno sendiri adalah sang maestro tenis meja yang kini telah jadi legenda pada era 1990an. Ia kali itu tak hanya terkenal di dalam negeri, tapi laki-laki kelahiran Indramayu, Jawa Barat, 15 Desember 1971 ini cukup terkenal di luar negeri baik Asia Tenggara, Asia, juga Eropa. Bahkan di Eropa namanya sangat kesohor karena dia adalah petenis meja pertama Indonesia yang dikontrak oleh klub Swedia untuk berlaga di kompetisi klub di Eropa.

Sementara, Rosiana Tendean seorang pemain bulu tangkis Indonesia di era tahun 1980-1990an. Ia merupakan pemain spesialis ganda. Rosiana Tendean behasil menjuarai banyak kejuaraan internasional, baik dalam nomor ganda putri maupun ganda campuran. Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya adalah Ivanna Lie, Imelda Wiguna, Erma Sulistianingsih, Eliza Nathanael, dan Rudy Gunawan. Rosiana dan Erma Sulistianingsih pernah berlaga dalam Olimpiade Musim Panas 1992 di Barcelona, namun kalah di babak pertama dari pemain Inggris, Gillian Clark/ Julie Bradbury.

Sedangkan Yudhi Sulistianto Wahid merupakan salah satu mantan alet judo andalan Indonesia yang pernah mewakili skuat Merah Putih pada ajang Olimpiade 1992. Segudang prestasi dan pengalaman dalam menghadapi berbagai pertandingan kecil maupun besar sudah pernah diukirnya. Untuk itu, dari berbagai hal tersebut dapat diturunkan pada junior mereka agar membantu mereka meraih kesuksesan di ajang Asian Games ini. “Kunjungan kita ini tentu ingin memberikan motivasi dan berbagi pengalaman untuk bagaimana mengahadapi pertandingan nanti. Memberikan mereka semangat supaya para atlet bisa memberikan yang terbaik,” kata Yudhi kepada Breakingnews.co.id.

“Kalau cabor Senam-kan dia tak punya lawan, lawannya ya diri mereka sendiri. Berbeda dengan Squash. Kalau di senam itu, bagaimana mereka bisa menampilkan performancenya, dengan teknik dan taktik yang diterima dari pelatih. Untuk itu kami dari Olimpian hanya memberikan arahan untuk mereka bagaimana cara bisa melawan diri mereka sendiri,” ungkapnya.

“Bagaimana pada saat ia bertanding ia harus tenang agar tidak merasa tertekan, sehingga apa yang telah diajarkan oleh pelatih dapat diterapkan dengan baik saat bertanding hingga ia berhasil mendapatkan nilai yang tinggi. Kalau di Squash itu kan sama dengan bulutangkis dan tenis, di mana mereka harus dipaksa beradu kemampuan fisik, permainan dan teknik serta strategi,” tambah pria yang saat ini berprofesi sebagai pejabat tinggi Polisi ini.