BREAKINGNWEWS.CO.ID-Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jakarta Timur Bangun Salmon Siagian langsung bergerak cepat. Tak sampai satu jam setelah dilantik sebagai ketua umum Askot PSSI Jakarta Timur periode 2018-2023, dan sekaligus pengukuhan kepengurusannya, Minggu (8/7/2018), ia sudah menggelar rapat pleno pertama guna menyusun program dan rencana kerja.

Bangun Salmon Siagian terpilih sebagai pemimpin baru Askot PSSI Jakarta Timur dalam Muscab yang dilakukan 12 Mei 2018 lalu. Ia mendapat 18 suara, mengungguli Suryadi yang hanya dipilih oleh enam suara, dari total 25 suara pemilih. Bangun Salmon Siagian, yang pernah mengabdi di PSSI era kepengurusan H.A.M Nurdin Halid pada 2003-2007 dan 2007-2011, menggantikan almarhum Drs.Gatot Hariyo Sutejo yang hampir 20 tahun mengetuai PSSI Jakarta Timur, dan meninggal dunia hampir dua tahun lalu.

Salmon Siagan menyebutkan, target jangka pendek kepengurusannya adalah berkontribusi pada tim sepak bola DKI Jakarta yang akan tampil di ajang PON 2020 Papua, dengan menyumbangkan pemain sebanyak-banyaknya. "Kalau perlu semua pemainnya berasal dari klub-klub di bawah naungan Askot PSSI Jakarta Timur," ungkapnya.

Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta Kombes Pol Uden Kusuma Wijaya mengakui sangat berharap pada Askot PSSI Jakarta Timur ini. Ia menegaskan, Askot PSSI Jakarta Timur adalah barometer sepak bola di DKI Jakarta. Namun, sejak kepergian almarhum Gatot Hariyo Sutejo, kepengurusan PSSI Jakarta Timur mengalami kevakuman dan kemandekan kompetisi. Oleh karena itu, Uden Kusuma Wijaya sangat mengharapkan Salmon Siagian mampu menggerakan kembali kepengurusan, mengairahkan kegiatan dan menghidupkan kembali kompetisi sebagai roh sepak bola.

"Saya lahir dan besar di Jakarta Timur, semangat luar biasa ketua umum dan jajarannya semoga akan membawa kebaikan untuk sepak bola Jakarta Timur," demikian antara lain dikemukakan Uden Kusuma Wijaya.

Di bawah kepemimpinan dan kendali almarhum Gatot Hariyo Sutejo PSSI Jakarta Timur memang memberi 'warna' untuk sepak bola DKI Jakarta pada umumnya. PSSI Jakarta Timur memiliki wakil di hampir semua strata kompetisi tingkat nasional. Almarhum Gatot Hariyo Sutejo, yang di masa mudanya menggeluti sepak bola dan sempat masuk Timnas PSSI Binatama di era awal 1980-an, dikenal sangat concern pada kepengurusannya, selalu menyediakan waktu, serta tak kalah pentingnya mampu menggalang dan mengolah dana pembinaan.

Bangun Salmon Siagian sangat memahami tugas berat yang disandangnya. Namun, ia berjanji bahwa dalam mengemban amanahnya ia akan melakukan yang terbaik, setidaknya untuk menggairahkan kembali pembinaan dan kompetisi sepak bola dalam cakupan Askot PSSI Jakarta Timur. "Saya percaya dengan niat serta kerja cerdas teman-teman pengurus semua yang kita rencanakan bisa dilakuka dengan baik," katanya.

Untuk itu, Salmon Siagian mengharapkan dukungan dari semua pihak. Dia menempatkan Gubenur DKI Jakarta dalam jajaran Dewan Pembina, antara lain bersama Ketua DPRD DKI Jakarta. Agum Gumelar, yang memang sempat memimpin PSSI Jakarta Timur, ditempatkan di urutan teratas Dewan Penasehat, antaranya didampingi dua tokoh besar sepak bola nasional, Muhammad Zain dan Togar Manahan Nero.

Salmon Siagian, pengusaha muda properti, menghimpun lebih dari 40 nama di jajaran kepengurusannya. Alief Syachviar, mantan wartawan olahraga yang menjadi salah satu kandidat Sekjen PSSI, dipercaya mengisi posisi vital sebagai sekum.