BREAKINGNEWS.CO.ID - Setelah sekain lama dibangun, kini Landasan Pacu (runway) III Bandara Soekarno-Hatta siap beroperasi. Landasan baru ini siap mendukung kegiatan penerbangan di Tanah Air, khususnya Bandara Soekarno Hatta dalam waktu dekat ini. Kesiapan operasional ini bisa dipastikan setelah Prosedur Operasi Standar (Standard Operating Procedure/SOP) lebih disempurnakan.

Usulan agar segera beroperasi juga muncul dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau bandara itu. "Kami akan usulkan paling lambat pertengahan Agustus 2019 (Runway III Bandara Soekarno-Hatta) secara teknis bisa beroperasi. Sebenarnya, sekarang bisa tapi saya pikir lebih baik kami sempurnakan SOP-nya terlebih dahulu," ujar Budi, Senin (22/7).

Budi juga berharap sebelum dioperasikan, sebaiknya pihak terkait segera melakukan sosialisasi kepada maskapai. Pasalnya, jenis pesawat yang bisa diakomodasi oleh landasan baru itu masih terbatas. Budi juga menyatakan pengoperasian Runway III bisa meningkatkan kapasitas lepas landas-pendaratan (take off-landing). Jika sebelumnya pesawat lepas landas-pendaratan  hanya 81 per jam maka kini bisa menjadi 114 take off-landing per jam. Hal itu diyakini dapat meningkatkan layanan Bandara Soekarno-Hatta akan meningkat.

Runway III sendiri memiliki panjang 2.500 meter. Runway Iii ini juga segera digunakan. Panjang runway tersebut akan bertambah hingga 3.000 meter hingga November 2019 sehingga kapasitas take off-landing dapat bertambah hingga 40 persen.

"Naik menjadi 40 persen itu bisa diilustrasikan kira-kira menjadi 100 juta penumpang per tahunnya," ujar Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) ini. Dalam inspeksi itu, Budi juga menyaksikan test kelayakan penerbangan (proper flight) dari pesawat kalibrasi. Budi juga sempat berbincang kepada pilot pesawat tersebut untuk mendapatkan masukan untuk perbaikan Runway III.

"Ini tadi bukan penerbangan pertama tapi penerbangan test proper flight atau tes Runaway III ini. Tadi, pilot pesawat kalibrasi Capt. Iwan menyatakan clear, tidak ada masalah. Jadi, secara teknis ini sudah bisa dipertanggungjawabkan," kata Budi.

Selain itu Budi juga berharap AP II selaku operator bandara dapat menyediakan fasilitas yang baik dan lengkap di Bandara Soekarno- Hatta sehingga Jakarta juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata dan menyumbangkan devisa ke Indonesia.

"Oleh karenanya, kami tidak hanya bisa berpikir tentang bandara tapi juga infrastruktur pendukung, sarana umum. kami harus siapkan karena simulasi tentang kebutuhan-kebutuhan itu harus bisa dilakukan dengan baik sehingga masyarakat bisa menggunakan bandara secara baik, waktunya tepat, pelayanannya baik," ujarnya.