BRAKINGNEWS.CO.ID – Maverick Vinales sampai saat ini belum juga memetik kemenangan bersama Movistar Yamaha di musim balapan 2018. Perfomanya menurun drastis jika dibandingkan musim 2017 lalu. Terkait hal tersebut, sang tandem Valentino Rossi menilai kalau keputusan Vinales untuk merapat ke Yamaha sedikit kurang beruntung.

Vinales, yang datang ke Yamaha pada awal 2017, dipastikan bertahan sampai akhir 2020 pada Januari lalu. Tetapi rasa percayanya pada pabrikan Garpu Tala justru diuji sepanjang musim ini. Ia mengalami paceklik kemenangan dan baru mengoleksi tiga podium. Keputusan Vinales yang terlalu dini menorehkan tanda tangan pada kertas perpanjangan kontrak pun menuai reaksi pro dan kontra. Beberapa pihak yakin semestinya Vinales menunggu lebih lama untuk memperhitungkan opsi lain.

Rossi sendiri menyebutkan jika ketidak keberuntungan Vinales itu tidak lepas dari fakta bahwa Yamaha tengah mengalami krisis sejak pertengahan musim 2017. Saat ini, Yamaha sudah puasa kemenangan dalam 22 balapan terakhir. MotoGP Belanda 2017 menjadi seri balap terakhir yang berhasil dimenangi kubu Yamaha.

Bahkan, dalam beberapa balapan terakhir, Rossi dan Vinales kesulitan untuk bersaing memperebutkan podium. "Bagi saya, Maverick Vinales pindah dari Suzuki ke Yamaha tentu ingin menjadi juara dunia," kata Rossi yang dikutip dari MotoGP.

"Akan tetapi, situasinya tidak seperti itu, jadi Maverick Vinales sedikit tidak beruntung karena Yamaha saat ini motornya sedikit lebih sulit," ucap dia lagi.

Pada musim debutnya bersama Yamaha tahun lalu, Maverick Vinales menampilkan performa yang menjanjikan. Tiga kemenangan berhasil diperoleh pebalap berkebangsaan Spanyol itu dalam lima balapan awal MotoGP 2017. Namun, setelah itu, Vinales tidak lagi bisa memenangi seri balap. Pada musim 2018, Vinales juga baru mengoleksi tiga podium dari 13 seri balap yang sudah berlangsung.