Tiongkok – Pasangan ganda campuran Indonesia, Ronald Alexander/Annisa Saufika harus puas menjadi runner-up di Cina Master 2018 usai dibekuk wakil tuan rumah, Guo Xinwa/Li Xanxuan dengan skor 17-21, 21-7 dan 19-21 di Angile Standium. Kekalahan Ronald/Annisa ini diakui mereka disebebkan oleh terperangkapnya dalam permaian dan strategi lawan sehingga mereka kewalahan dalam mengantisipasi seranga dan gempuran yang diberikan lawan. Hal inilah yang diyakini oleh Ronald/Annisa menjadi faktor penyebab mereka sulit untung mendulang poin dan mengejar ketertinggalan, terutama pada set kedua.

"Dari pertama kami memang ketinggalan terus. Di game kedua mereka lebih banyak main di depan net, dan ini bisa kami atasi. Tetapi di game ketiga, mereka ubah permainan lagi dengan banyak mengarahkan bola ke belakang. Waktu kami kejar-kejaran angka, kami kalah sabar, karena pertahanan lawan cukup rapat," ungkap Annisa dikutip Badmintonindonesia.org.

Turnamen ini merupakan turnamen pertama bagi Annisa yang baru saja kembali bertanding setelah absen tujuh bulan karena mengalami cedera lutut kanan. "Kami belum puas dengan hasil di turnamen ini, karena kalahnya tipis, seharusnya kami bisa," sebut Annisa.

Li pernah dipasangkan bersama Zhang Nan, salah satu pemain ganda campuran terbaik Tiongkok. Bersama Zhang, Li tercatat pernah menumbangkan sejumlah pemain-pemain senior dunia. "Iya, memang Li pernah berpasangan dengan Zhang. Li ini lebih sabar dan lebih ulet dibanding lawan kami di semifinal," sebut Ronald.

"Di game pertama kami sulit keluar dari tekanan, mereka langsung bermain menekan dari awal dan kami kurang antisipasi. Pada saat kedudukan imbang 15-15 di game ketiga, kami melakukan kesalahan-kesalahan sendiri karena kami kurang sabar," tutur Ronald. Setelah China Masters 2018, Ronald/Annisa rencananya kembali berburu gelar di ajang Australia Open dan New Zealand Open 2018.