BREAKINGNEWS.CO.ID- Pengamat Politik, Maksimus Ramses Lalongkoe menilai, langkah Eggi Sudjana yang melaporkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie ke Polisi sangat sarat politik. 
 
Sebab kata Ramses, pernyataan mantan presenter stasiun televisi swasta terkait penolakan Perda Injil dan Syariah itu merupakan hak konstitusi warga negara dalam melihat ketidakadilan dalam kehidupan bernegara.
 
"Saya justru melihat laporan Eggi Sudjana ini sarat kepentingan politik, kan pernyataan Grace itukan hak konstitusi warga negara dalam melihat ketidakadilan di tengah kehidupan bernegara dan bernegara," ujar Ramses melalui keterangannya kepada BreakingNews.co.id, Rabu (21/11/2018).
 
Laporan itu dinilai sarat kepentingan politik kata Ramses karena Eggi Sudjana hanya melihat dari satu sudut ucapan Grace. Padahal pernyataan tersebut tidak memiliki niat buruk selain memperjuangkan nilai-nilai keadilan warga negara.
 
"Yang diucapkan Grace itukan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran jadi jangan dianggap melecehkan keyakinan kan terlalu dangkal cara pandang demikian," ujarnya.
 
Ramses meminta Eggi Sudjana agar tidak menciptakan kegaduhan dalam tahun politik dan berusaha mempolitisasi berbagai pernyataan demi kepentingan politik kelompok. 
 
Diketahui sebelumnya, Sekretaris Jenderal PPMI Zulkhair melalui kuasa hukumnya Eggy Sudjana melaporkan Ketum PSI Grace Natalie ke Bareskrim Polri, pada Jumat (16/11).
 
Grace Natalie dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 156A KUHP, Pasal 27 Ayat (3) junctoPasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 14 juncto Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
 
Eggi Sudjana, menilai pernyataan Grace saat pidato HUT PSI mengandung unsur kebohongan dan bertentangan dengan beberapa ayat di Al Quran.