BREAKINGNEWS.CO.ID - Online Marketplace B2B (business-to-business) Ralali.com mengumumkan kerja sama dengan Futuready Insurance Broker yang bertujuan untuk memberikan aneka jenis produk proteksi mikro bagi pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Selasa (10/12/2019).

Kolaborasi ini menambah opsi penawaran produk asuransi yang telah disediakan oleh Ralali. Sebagai platform yang telah menerima pendanaan seri C pada Juli 2019 lalu, Ralali terus mengarah jadi superapp untuk aneka kebutuhan UMKM di Indonesia.

Produk-produk asuransi yang hadir melalui kerja sama keduanya meliputi:

- Asuransi perlindungan aset bisnis UMKM seperti kios, gerobak dari kebakaran

- Proteksi terhadap perangkat gawai yang dipakai keperluan usaha, dan

- Asuransi pendidikan bagi anggota keluarga pemilik usaha.

Munculnya layanan proteksi ini sejalan dengan pilar layanan fintech kebutuhan UMKM yang telah diupayakan pihak Ralali untuk menjawab permasalahan di lapangan.

Alexander Lukman selaku COO Ralali mengatakan, sejak tahun 2018, pihaknya telah mengupayakan empat pilar layanan fintech di platform mereka yang meliputi kebutuhan bantuan permodalan, pembayaran, investasi, dan asuransi. Lewat layanan asuransi tersebut, Ralali bertujuan melayani dan memberikan proteksi paling tidak kepada satu juta UMKM di Indonesia sepanjang tahun 2020.

Asuransi “gerobak” pertama bagi mitra Usaha Mikro

Produk asuransi keberlangsungan usaha yang ditawarkan Ralali bukan sesuatu yang baru di platform mereka. Sebelumnya, Ralali telah menawarkan produk serupa melalui kerja samanya dengan pihak ACA (lewat produk Asuransi Mikro Kebakaran Tempat Usaha).

Hal baru yang membedakan layanan asuransi mikro keberlangsungan usaha antara Ralali dengan pihak Futuready adalah keberadaan produk asuransi bagi properti usaha bergerak seperti gerobak.

Layanan ini hadir didorong oleh situasi lapangan yang menyebut UMKM Indonesia rata-rata didominasi oleh pelaku usaha mikro yang tak kunjung naik menjadi usaha kecil atau menengah. Umumnya kelas usaha Mikro menggantungkan operasional mereka lewat aset usaha yang sifatknya bergerak seperti gerobak dorong, rombong, dan sebagainya.

Alvin Aulia Akbar selaku SVP Financial Product Ralali mengakui kalau UMKM di Indonesia bukanlah target pasar yang bisa dengan mudah ditaklukkan. Apalagi mencerna pentingnya kesadaran terhadap produk layanan keuangan semacam ini bagi keberlangsungan usaha mereka.

Untuk itu ke depannya pihak Ralali akan melakukan proses edukasi lewat pemberian 750 polis kepada jaringan kemitraan BIG Agent Ralali yang telah mereka rintis sejak 2018 silam.

Harapannya lewat program pengenalan ini, jaringan mitra Ralali dapat merasakan manfaat dari penggunaan produk asuransi usaha semacam ini agar mudah diperkenalkan kepada pelaku usaha Mikro lainnya di lapangan.

Ralali di tahun ke-5 ini mengklaim telah menaungi lebih dari 13.000  pemasok dan 160.000 pembeli dari kalangan UMKM yang bertransaksi untuk kebutuhan B2B.

Pada tahun 2018 lalu, Ralali mulai menekuni segmentasi user acquisition lewat peluncuran BIG Agent, sebuah aplikasi khusus yang menawarkan peluang penghasilan kepada mitra lapangan Ralali untuk membantu melakukan survei pasar, promosi, dan akuisisi user ke dalam platform mereka.

Lewat jaringan kemitraan yang telah mereka rintis di 34 provinsi, Ralali mengklaim saat ini pihaknya telah menghimpun lebih dari 300 ribu agen yang membantu mendukung visi digitalisasi UMKM mereka di lapangan.

Di luar pengembangan layanan di Indonesia, Ralali sebelumnya juga telah menggandeng SCG (Siam Cement Group) Trading Co., Ltd untuk proyek perluasan jangkauan marketplace B2B mereka di negara Thailand.

Kepada Tech in Asia, Alexander Lukman menjelaskan bahwa hasil akhir dari proses ekspansi regional ini menurut rencana akan diumumkan hasilnya pada kwartal satu atau kwartal dua di tahun 2020 mendatang.