BREAKINGNEWS.CO.ID - Putri Universitas Surabaya (Ubaya) harus melakoni babak tambahan sebelum  berhasil  menekuk  Universitas Airlangga  dengan skor  tipis  67-65,  pada  final LIMA Basketball: McDonald’s East Java Conference Season 7, Rabu (31/7/2019).

Pada partai final yang berlangsung di Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim , Malang itu, kedua tim harus memainkan babak tambahan setelah pada akhir kuarter keempat, kedudukan berakhir sama kuat 59-59.

Nyaris sepanjang empat babak regular, jarak poin kedua tim relative tak terlalu jauh.   Saat kuarter pertama berakhir Unair  menutup babak dengan skor   16-15.

Unair mengawali kuarter kedua dengan tembakan tiga angka Nur Aini. Tak lama kemudian, Ubaya juga mencetak tiga angka lewat lemparan Devy Kartika Putri.

 Keunggulan berada di tangan Unair hingga kuarter ketiga. Namun, Ubaya terus mengejar ketertinggalan hingga kuarter keempat berakhir dengan skor imbang 59-59. Saat waktu di waktu overtime, keunggulan berbalik dan Ubaya mengakhiri pertandingan dengan skor tipis 67-65.

Unair mengawali kuarter kedua dengan tembakan tiga angka Nur Aini. Tak lama kemudian, Ubaya juga mencetak tiga angka lewat lemparan Devy Kartika Putri. Keunggulan berada di tangan Unair hingga kuarter ketiga.

Namun, Ubaya terus mengejar ketertinggalan hingga kuarter keempat berakhir dengan skor imbang 59-59. Saat waktu di waktu overtime, keunggulan berbalik dan Ubaya mengakhiri pertandingan dengan skor tipis 67-65.

“Para pemain sudah bertanding dengan baik. Saya memang sudah menginstruksikan mereka utnuk menekan lawan dari awal. Kami akan meningkatkan kepercayaan diri mereka di Nationals nanti, karena ada beberapa pemain yang tidak bisa berpartisipasi,” kata Wellyanto Pribadi, pelatih Ubaya.

Putra Airlangga Juara

Sementara dari sector putra  tim Universitas Airlangga sukses merebut tampuk juara untuk kali ketiga  . Gelar tahun ini  ini diraih  usai  menundukkan juara bertahan  Universitas   Surabaya (Ubaya) dengan skor 46-35

Dua gelar sebelumnya mereka raih pada musim  ketiga dan keempat.

Kemenangan Unair tersebut tidak lepas dari poin yang dicetak Muhammad Naufal Alifio. Dari 46 poin yang dicetak kampusnya, Alifio menyumbang 13 poin. Ia juga memiliki efisiensi tertinggi di pertandingan final ini, yaitu 21 poin.

“Kami tidak menyangka tim putra bisa memenangi pertandingan ini. Mereka bermain dengan bagus, disiplin dan tanpa beban. Untuk di Nationals, saya belum berani berbicara karena 40 persen tim kami merupakan mahasiswa baru. Kami hanya akan berusaha yang terbaik,” ucap Aries Herman selaku pelatih Unair.

Juara dan runner up LIMA Basketball EJC  akan tampil di final nasional yang akan berlangsung di Jakarta pekan depan. Mereka akan didampingi tim peringkat tiga yakni putri  Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan tim putra Universitas Brawijaya (UB) .