BREAKINGNEWS.CO.ID – PT  QN International Indonesia (PT QNII) selaku pemilik usaha merek dagang QNET merasa dirugikan dengan tindakan tidak bertanggungjawab PT Amoeba International yang menjadi salah satu support system bisnis mereka di Indonesia. Pasalnya,  nama baik QNET menjadi terganggu karena pemberitaan yang muncul di sejumlah media social, mereka disebut sebagai  perusahaan kategori Money Game yang menggunakan skema piramida.

Padahal, QNET adalah Perusahaan Penjualan Langsung yang memiliki legalitas sah terkait kegiatan operasionalnya di Indonesia dan telah mengikuti seluruh aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Sementara PT Amoeba Internationals adalah entitas perusahaan tersendiri yang tak terkait langsung dengan PT QNII. Mereka hanya menjadi partner bisnis secara independen, atau support system  di luar dari sistim bangunan bisnis PT QNII. 

Salah satu tindakan menyimpang yang dilakukan adalah, menyertakan iming-iming lowongan kerja dalam praktek bisnis. Padahal, PT QNII sama sekali tak memberlakukan pola iming-iming lowongan kerja dalam pemasaran produk mereka

“Kami merasa dirugikan oleh laku tidak bertanggungjawab perusahaan tersebut, karena aktifitas mereka tak sesuai dengan aturan main yang sebelumnya ada dalam perjanjian kami,”kata  Komisaris PT. QNII) Ganang Rindarko kepada media di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Ganang menambahkan,  Seluruh rencana pemasaran QNET telah melalui verifikasi dan sesuai dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 jo. Peraturan Menteri Perdagangan No. 70 Tahun 2019.

“QNET memiliki banyak mitra bisnis untuk memasarkan produk-produk di Indonesia serta  menerapkan kode etik standar kepada setiap mitra untuk memasarkan dan mendistribusikan produk di wilayah Indonesia”.

 Ganang yang saat berbicara didampingi oleh Management QNET Pusat Mr. Zaheer K Merchant menambahkan. “Kedudukan PT Amoeba International hanya berfungsi sebagai pihak yang membantu pengembangan jaringan dan distribusi barang  atau produk QNET. Kedudukan mereka sama seperti support sistem QNET lainnya,”imbuhnya.

Keberadaan support system ini sudah biasa dilakukan pula oleh perusahaan-perusahaan Multi Level Marketing / Direct Selling lainnya dalam rangka Pengembangan Jaringan dan Distribusi barang-barang tersebut.

Namun apa yang dilakukan oleh PT Amoeba Internationals tersebut sama sekali diluar aturan yang berlaku.”Mereka memasarkan  produk dengan cara iklan lowongan kerja atau perekrutan pegawai, menipu, memaksa bergabung untuk menjadi member,  padahal ini sudah secara tegas kami larang, karena jelas-jelas melanggar hukum,”tandasnyaa lagi.

Ganang yang juga bertindak selaku manager operasional PT QNII ini menambahkan selain dengan PT Amoeba International, mereka juga punya sejumlah perusahaan untuk support system  lainnya antara lain,  A Team International,  Galaxi dan  The Best Global Team.”Seluruh perusahaan tersebut sama sekali tak memiliki masalah hukum, karena mereka telah menjalankan dan mematuhi segala peraturan PT. QNII,”ujar Ganang.

Maka, setelah berkonsultasi dengan Satgas Waspada Invetasi Otoritas Jasa Keuangan dan Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, pihaknya disarankan untuk segera menghentikan kerja sama dengan perusahaan tersebut. “Sementara mereka yang saat ini sedang dalam proses hukum di daerah Lumajang Jawa Timur tersebut, biarlah menjadi tugas aparat di sana, “ pungkasnya.

Sebelumnya,  praktek money game dengan skema Piramida berhasil dibongkar oleh  tim Cobra Polres Lumajang awal September lalu.

Dalam pengungkapan ini, polisi menahan seorang pelaku berinisial MK (48)  asal Kabupaten Madiun yang menjabat direksi PT Amoeba International.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, mengatakan, modus yang digunakan pelaku dengan mencari member baru. Member baru dijanjikan akan mendapat gaji Rp 3 juta per bulan. Syaratnya, mereka diwajibkan membayar uang sebesar Rp 10 juta.  Selanjutnya, member atau korban diharuskan mencari dua member baru. Begitu juga dengan dua member baru ini, merek juga diberi tugas yang sama.