BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengatakan bahwa cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno kembali menunjukkan kelasnya dalam debat ketiga Pilpres 2019.

Menurutnya, penampilan Sandi dalam debat tersebut tanpa ada sedikit pun polesan. Selain itu, dirinya juga menilai kesantunan Sandiaga terhadap Ma'ruf Amin tetap terjaga. Dan hal itu dibuktikan dengan tidak adanya serangan yang dilakukan Sandi terhadap Ma'ruf dan tetap menghormati lawannya sebagai seorang ulama.

"Bolehkan kalau saya sebut 4-1? Empat satu untuk Sandiaga Salahuddin Uno. Kenapa saya sebut satu untuk Pak Kyai Ma'ruf, itu adalah bentuk penghormatan saya. Tidak enak ngomong mengatakan 5-0," kata Priyo kepada wartawan saat ditemui usai debat ketiga yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam.

Terkait soal debat, dirinya yak menampik jika ada sedikit perbedaan pendapat antar kedua cawapres tersebut. Namun, dirinya tak ingin perbedaan pandangan atau pendapat itu disembunyikan dan baiknya untuk dapat disampaikan.

"Tapi, Alhamdulillah tadi penekanannya ada. Tetapi tetap beliau mempertahankan Sandiaga Unonya yang pas dalam menghormati Pak Kyai Ma'ruf. Tapi kemudian yang paling mengejutkan kita bersama tadi Alhamdulillah dalam closing statement itu adalah puncak dari semua puncak. Yang sangat dahsyat yang ditunjukan oleh Mas Sandiaga Salahuddin Uno terhadap dua debat. Meskipun segmen pertama, segmen kedua dan berikut-berikutnya itu relatifly. Saya menilai posisinya Pak Sandi rata-rata memberi nilai kontribusi plus kepada penampilan Pak Prabowo (dalam debat kedua) kemarin," ujarnya.

Terkait kesimpulan Priyo dalam debat ketiga kali ini, dirinya enggan menjelaskan. Ia hanya kembali menegaskan jika debat kali ini semua materi dikuasai oleh Sandiaga Uno.

"Kalau teman-teman menanyakan pada saya apakah kesimpulan saya? mohon maaf saya tidak mendahului bahwa hari ini praktis kemudian, ini adalah waktunya Sandiaga Uno untuk menujukan kepada publik kedepan visi da misi Prabowo-Sandi mengenai hal-hal sekitar. Seperti masalah pendidikan, tenaga kerja, sosial budaya dan masalah kesehatan," sebutnya.

Dirinya begitu yakin, Sandi menang dalam debat kali ini. Lantas apa yang membuat Sandi menang? Priyo menjelaskan, ada beberapa poin yqng dijalankan Sandi selama debat berlangsung.

"Pertama, tatakrama tetap dijalankan. Kedua, dia memiliki khas Sandiaga Uno banget. Ketiga, beberapa kartu yang bertebaran yanv tadi berkali-kali disampaikan Pak Kyai Ma'ruf, ada kartu ini, kartu itu, kartu sana kartu sini dan seterusnya. Kemudian, ibarat kemarau panjang yang diguyur dalam sehari tadi dengan gaya yang memukau ya Pak Sandiaga Uno menghipnotis dengan menyerukan pada warga bangsa sambil mengambil KTP, 'cukup dengan satu kartu sakti tidak perlu kartu ini, kartu itu'. Kita..... itu disebut kartu sakti mandra guna," sebut Priyo uang juga Sekjen Partai Berkarya itu.

Program ang dijalankan dengan menggunakan berbagai kartu, tambah Priyo, sejatinya bukanlah barang baru. Ia mengatakan jika era presiden terdahulu, jenis kartu-kartu tersebut juga sudah dilakukan.

"Itu tadi idenya kan begini, selama ini kubu sebelah betul-betul menghirau kan sedemikian rupa sehingga ada kartu ini, kartu itu, kartu ini, kartu itu. Sebagian bukan hal yang baru yang pada presiden terdahulu yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ya itu tadi. Ini adalah bentuk penyempurnaan. Ya ketimbang itu semua ya sudah ambil kan kartu sakti yang mandra guna. Dari itu semua, ibarat ini perang Baratayudha, ini Srikersta meluncurkan senjata cakra. Inilah cakra yang setelah diluncurkan oleh Sandiaga Uno," tutupnya.