JAKARTA - Pria yang memegang tangan seorang anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, bernama Bripda Dimas Prianggoro, hingga terseret sejauh 10 meter di jalur busway, Jalan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, ditangkap tim Polres Metro Jakarta Timur.

Tessa Granitsa Satari (34), pria berambut pelontos, sempat melarikan diri sejak kejadian pada Kamis 18 Januari 2018 lalu. Tessa  diringkus pada Senin 22 Januari 2018 malam kemarin sekira pukul 21.00 WIB.

"Pelaku melawan petugas pegawai negeri yang sedang melaksanakan tugas sebagimana yang dimaksud dalam Pasal 212 KUHP," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (23/1/ 2018).

Tessa ditangkap di sebuah hotel di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Saat diringkus, polisi juga menemukan mobil yang diduga dipakai saat kejadian. Tapi, mobil itu ternyata bukan mobil Opel Blazer berwarna putih melainkan mobil Cadilag warna putih dengan nomor polisi B 19 NSC.

Atas perbuatannya Tessa kini diperiksa intensif di Polres Metro Jakarta Timur, sedangkan mobil yang dipakai menyeret korban disita sebagai barang bukti.

"Selanjutnya BB (barang bukti) dan pelaku dibawa ke Polres Jaktim untuk proses selanjutnya," katanya.

Seorang anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, bernama Bripda Dimas Prianggoro, terluka parah akibat diseret pengemudi Jalan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur. 

Menurut keterangan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra, peristwa itu terjadi pada Kamis 18 Januari 2018. Pelakunya seorang pria botak bertatto.

Halim menyebut pelaku menyeret Bripda Dimas, karena tak mau ditilang, saat kedapatan menerobos jalur khusus Bus TransJakarta, atau busway. Pelaku awalnya menghentikan mobil di depan Bripda Dimas.

Dalam peristiwa itu, pengemudi sempat mengeluarkan STNK, namun tidak diberikan kepada korban, melainkan dijatuhkan di dalam mobilnya, setelah itu tangan korban dipegang dan menjalankan mobilnya, sehingga korban terseret sejauh 10 meter.

Atas perbuatannya Tessa terancam dikenakan hukuman 1,4 tahun penjara karena melanggar Pasal 212 KUHP.