JAKARTA - Jasriadi, seorang 'bos Saracen' divonis majelis hakim Pengalidan Negeri (PN) Pekanbaru 10 bulan penjara. Ia dinilai terbukti melakukan ilegal akses terhadap akun Facebook milik Sri Rahayu, Koordinator Saracen di Jawa Barat. Polri menilai putusan PN Pekanbaru menunjukkan kalau Jasriadi terbukti bersalah. Soal putusan yang dianggap ringan, sekarang ini jaksa sudah mengajukan banding. "Jasriadi dinyatakan jelas bersalah dalam kasus sesuai persangkaannya namun jaksa banding karena tidak puas dengan vonis," kata Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen M Iqbal, Sabtu (7/4/2018).

Iqbal mengatakan Jasriadi juga akan diproses dalam kasus ilegal akses seperti laporan polisi yang diterima oleh Polresta Depok. Tidak hanya Jasriadi, lima orang anggota Saracen lainnya juga sudah dijatuhi vonis.

Di antaranya Rofi Yatsman yang dihukum 15 bulan kurungan dalam kasus SARA, Faizal Tonong yang dihukum 18 bulan kurungan dalam kasus SARA, Sri Rahayu yang dihukum 12 bulan kurungan dalam kasus SARA, Harsono Abdullah dihukum kurungan 2,6 tahun dalam kasus SARA, dan Asmadewi yang dihukum 6 bulan dalam kasus SARA. Iqbal menyatakan seluruh anggota Saracen telah terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman sesuai sangkaan kepolisian. "Dapat disimpulkan semua tersangka yang tergabung dalam Saracen terbukti melawan hukum sesuai dengan kontruksi persangkaan pasal masing-masing," lanjut Iqbal.

Sebelumnya, Jasriadi divonis bersalah serta dijatuhi hukuman 10 bulan penjara pada Jumat (6/4/2018). Jasriadi keberatan serta segera mengajukan banding atas vonis itu. "Atas putusan majelis hakim, Jasriadi tetap menyatakan banding meskipun sisa hukumannya hanya tinggal 1 bulan," ucap kuasa hukum Jasriadi, Abdullah Al Katiri.

Jasriadi tinggal menjalani 1 bulan masa tahanan sesudah divonis 10 bulan. Tetapi Jasriadi tidak mau pasrah atas vonis tanpa melakukan perlawanan hukum. "Dia menyatakan, 'Jika saya tidak banding, saya dianggap bersalah dong," ucap Abdullah menirukan pendapat Jasriadi.