BREAKINGNEWS.CO.ID - Pelaku penembakan Herdi Sibolga (45) hingga tewas di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara sudah ditangkap. Polisi kini  menunggu hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) senjata api yang digunakan para pelaku untuk menghabisi nyawa Herdi Sibolga.

"Kita masih menunggu uji balistik dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Hal ini untuk memastikan senjata yang digunakan untuk membunuh Herdi, kita masih menunggu hasilnya," kata Kasubdit Jatantras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian saat dihubungi, Senin (6/8/2018).

Dalam kasus ini polisi juga disampaikan Jerry masih mengejar otak pelaku pembunuhan berinisial AX yang menyuruh empat tersangka dengan dijanjikan uang sebesar Rp400 juta namun baru dibayarkan Rp50 juta. "Untuk otak pembunuhan, yakni tersangka AX masih kita kejar ya, doain agar pelaku bisa cepat kita tangkap," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polsek Metro Penjaringan telah menangkap empat pelaku yang terlibat dalam penembakan Herdi Sibolga (45) berinisial AS (41), JS (36), PWT (32), dan SM (41).

Peristiwa pembunuhan yang menimpa Herdi terjadi pada Jumat (20/7/2018) malam usai korban pulang dari kantor. Herdi yang merupakan karyawan salah satu perusahan yang mengurus perizinan kapal ditembak oleh orang tidak dikenal hingga tewas. Sebelum itu, saksi melihat pelaku sudah mengintai korban saat baru turun dari mobil di Jalan Jelambar Aladin, RT 3, RW 6, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Begitu Herdi turun pelaku langsung menembak korban. Setelah menembak, pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor. Dari keterangan yang dikumpulkan polisi, kedua pelaku diduga menggunakan sepeda motor jenis Yamaha N-MAX warna abu-abu ketika melancarkan aksi penembakan terhadap korban.

Dari penyelidikan sementara, satu pelaku yang menjadi eksekutor penembakan diduga memiliki ciri-ciri berambut cepak.  Herdi tewas dengan luka tembakan di bagian wajah dan dada.  Dari olah tempat kejadia perkara, polisi mengamankan barang bukti berupa selonsong peluru di lokasi kejadian yang kini sedang diuji di Labfor Polri.