BREAKINGNEWS.CO.ID - Sejumlah anak baru gede (ABG) yang terlibat tawuran yang terjadi di wilayah Paris, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu diciduk polisi. Mereka digelandang satu persatu dari rumah masing-masing yang dipimpin Kapolsek Johar Baru, Kompol Endy Mahandika.

Penangkapan terhadap para pelaku tawuran di kawasan Tanah Tinggi mendapat dukungan dari lingkungan masyarakat. "Wilayah Johar Baru harus aman dan nyaman. Tidak ada lagi istilah tawuran di wilayah ini," tegas Kompol Endi, kepada wartawan, Senin (26/11/2018).

Penegakkan Kamtibmas di wilayah Johar Baru menjadi alasan dan prioritasnya selama sebulan Ia menjabat sebagai Kapolsek lantaran wilayah itu kerap jadi ajang tawuran dengan pemicu yang sepele. Didampingi anggotanya, Kapolsek mendatangi rumah para pelaku tawuran yang namanya sudah tertera dan ikut dalam tawuran yang terjadi beberapa waktu lalu. Ia melakukan penyisiran disetiap sudut gang-gang kecil di Baladewa, Tanah Tinggi dan juga Kampung Rawa.

"Pelaku tawuran kami jemput di rumahnya masing-masing. Ada sekitar 30 nama yang sudah kami kantongi, jadi kami datangi rumah mereka masing-masing untuk dibawa ke polsek," tandasnya.

Kepada warga, Endi menghimbau untuk tidak ikut-ikutan terjebak dalam aksi tawuran. "Kami tidak akan pandang bulu dan akan menindak tegas bagi pelaku tawuran di wilayah Johar Baru ini, siapapun dia," pungkasnya.

Sementara itu, Bambang selaku Wakil Ketua RT 08/4 Baladewa,Tanah Tinggi berharap tindakan kepolisian bisa membuat jera para pelaku. Bambang menjadi satu contoh tauladan warga dimana keponakannya yang terlibat dalam aksi tawuran, turut diserahkan ke polsek untuk diberikan pemahaman hukum. "Saya sangat kaget kedatangan Pak Kapolsek bersama anggotanya datang ke rumah mencari Surya. Kebetulan Surya itu keponakan saya. Tentu ini, sangat berat bagi kami. Namun ini juga memberikan efek jera bagi Surya untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali," pungkas Bambang.