JAKARTA - Polisi menanggapi rencana demo serta mogok massal sopir angkutan kota (angkot). Ribuan personel kepolisian disiapkan untuk melakukan pengawalan selama aksi itu berlangsung. "Untuk antisipasi aksi unjuk rasa rekan-rekan angkutan konvensional kita sudah menyiapkan personel sebanyak 2.500 orang," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo usai rapat lintas sektoral di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (7/5/2018).

Hendro menerangkan pihaknya telah mendapatkan pemberitahuan rencana aksi mogok massal itu. Ribuan sopir angkot di Kota Bandung serta daerah yang lain seperti Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Purwakarta, rencananya bergabung aksi demosntrasi yang terpusat di depan Gedung Sate, Bandung, Selasa 8 Mei 2018. "Kita sudah mendapat pemberitahuan akan adanya aksi. Informasi yang kita dapat, delapan ribu sampai sepuluh ribu yang akan ikut aksi. Tapi masih dikalkulasikan," kata Hendro.

Selain itu, Hendro meneruskan, dari informasi yang didapat, aksi mogok tidak juga akan berlangsung selama satu hari. Menurutnya, para peserta aksi bakal melakukan mogok selama tiga hari. "Pemberitahuan tiga hari, tapi semoga sehari saja sudah ada solusi, sehingga nggak sampai selesai tiga hari. Hari pertama secepatnya jam sebelas siang sudah selesai," tuturnya.

Ribuan personel telah disiapkan untuk mengawal aksi unjuk rasa supaya berlangsung aman serta tertib. Personel bakal ditempatkan di titik utama di Gedung Sate serta di jalur-jalur yang akan dilalui massa. "Kita juga menyiapkan personel di daerah rawan. Kita siapkan untuk menyelesaikan masalah manakala ada masalah," ucap Hendro.

Aksi mogok massal rencananya diikuti sejumlah sopir angkutan yang tergabung dalam Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jabar. Unjuk rasa serta mogok massal ini untuk menagih realisasi Permenhub No 108 Tahun 2017 tentang angkutan sewa khusus berbasis online atau plat hitam tidak dalam trayek.