BREAKINGNEWS.CO.ID - Setelah melakukan penyelidikan kurang lebih selama satu minggu, Polres Metro Jakarta Barat akhirnya berhasil meringkus kelompok bermotor yang membunuh dan merampas sepeda motor milik  korbannya. Setidaknya, sebanyak 14 orang pelaku diringkus dan dijadikan tersangka.

Ironinya, 6 dari 14 orang tersangka tersebut adalah anak di bawah umur. Keenamnya yakni Indra, Endri, Akbar, Fernando, Jamudin, dan Reza. Kemudian 8 tersangka lainnya adalah Feri, Ahmad, Wira, Aditya, Sugi, Warno, Haikal, dan A Reza. Dan ada 3 yang masih buron. Yakni Madon, Kibul, dan Codoy.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu menerangkan, penangkapan terhadap para tersangka dilakukan berawal dari adanya kasus pencurian disertai kekerasan (curas) hingga menyebabkan korban tewas yang dilakukan para tersangka. Selanjutnya, petugas langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi korban akhirnya berhasil mengidentifikasi para tersangka hingga langsung menangkapnya,” ujar Edy di konfirmasi, Rabu (13/2/2019).

Kemudian, dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka diketahui sebelum melakukan aksi sadisnya tersebut sudah terlibat aksi tawuran dengan kelompok lainnya. Yakni di depan salah satu hotel yang berada di Penjaringan, Jakarta Utara. Saat itu mereka terlibat saling serang dengan melempar batu. Hanya saja tidak ada jatuh korban jiwa.

“Awalnya mereka jumlahnya lebih banyak lagi. Tapi setelah tawuran itu sebagai membubarkan diri. Dan hanya menyisakan rombongan para tersangka ini,” ujarnya.

Para tersangka dengan mengendarai beberapa sepeda motor dan saling berboncengan itu pun melanjutkan perjalanannya. Yakni ke Arah Pesing dengan melintasi Jalan Pangeran Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Namun, saat itu mereka disalip rombongan korban yang berjumalah 11 orang dengan mengendarai 5 motor.

“Saat itulah para tersangka ini mengejar, menghadang, dan memepet korban. Dan korban yang saat itu dibonceng dengan posisi paling belakang langsung ditendang hingga terjatuh dari sepeda motor,” ujarnya.

Karena posisi terkepung, korban dan temannya langsung berusaha melarikan diri. Keduanya lari dengan arah yang berbeda. Namun naas bagi korban. Saat itu dirinya dikerjar oleh seorang pelaku yang masih buron. Yakni Madon yang turun dari sepeda motor kemudian mengejar dan membacoknya hingga terkapar tak berdaya.

“Setelah itu tersangka Akbar langsung mengambil sepeda motornya lalu kabur bersama-sama meninggalkan korban,” ucapnya.

Menurut Edy, korban dan teman-temannya bukanlah dari anggota geng motor. Mereka hanya sedang berkumpul setelah membeli makan di Ketan Susu Kemayoran. Setelah usai, selanjutnya korban dan teman-temanya hendak pulang ke kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Namun, saat di perjalanan bertemu dengan rombongan para tersangka hingga langsung diserang.

“Korban sempat ditolong dengan dibawa ke RSUD Cengkareng. Tapi karena luka serius yang dideritanya korban akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Edy juga menambahkan, rombong para tersangka terdiri dari 8 kelompok geng motor yang berbeda. Yakni di antaranya geng Basmol, Swis, Israel, Garjok. Hanya saja mereka saling berteman sehingga ikut kumpul bersama. Dan untuk menjadi geng motor harus berani menunjukkan jati dirinya. Sehingga mereka harus berani dan menunjukkan aksi kejahatan.

“Di dalam kelompok itu juga ada pemimpinnya dan itu disebut Tank namanya. Tank itu kalau tawuran paling depan dan dia yang menggunakan sajam panjang,” ujarnya.

Kelompok motor tersebut, sambung Edy, memang sering kumpul bersama. Biasanya, mereka berkumpul saat malam hari libur. Dan tempat kumpul mereka yakni di kawasan Basmol, Kembangan, Jakarta Barat. Tak hanya itu, saat melakukan aksi kekerasan salah satu dari kelompok tersebut juga ada yang merekam dan menyiarkan langsung melalui Instagram.

“Sebelum melakukan aksinya itu, para tersangka ini juga mengkonsumsi miras, obat-obat terlarang, dan narkoba. Itu sudah dites urine. Alasannya mengkonsumsi itu adalah biar timbul rasa keberanian,” tuturnya.

Akibat ulahnya tersebut, mereka akan dijerat Pasal 356 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dan Pasal 170 ayat 2 ke 3 tentang pengeroyokan bersama-sama hingga menyebabkan korban meninggal dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, Kanitkrimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP Rulian Syauri menerangkan, para tersangka diringkus di beberapa lokasi yang berbeda. Yakni di antaranya di kawasan Green Garden, Kembangan, dan Pesing. Dari penangkapan itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sajam.

“Petugas juga berhasil menemukan sepeda motor milik korban. Dan itu disimpan seorang tersangka di rumahnya kawasan Kembangan, Jakarta Barat,” ujarnya.