BREAKINGNEWS.CO.ID - Penyidik Polda Metro Jaya hari ini memeriksa saksi pelapor Sekretaris Jenderal Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair. Pemeriksaan dilakukan terkait kasus tuduhan penistaan agama terhadap Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atas pernyataannya soal Perda Syariah.

"Hari ini pelapor diperiksa untuk dimintai keterangan dari laporan Grace Natalie," kata salah satu kuasa hukum Zulkhair, Pitra Romadoni Nasution Polda Metro Jaya, Sabtu (24/11/2018).

Zulkhair membenarkan adanya pelimpahan penanganan terkait laporan kliennya tersebut ke Polda Metro Jaya dari Bareskrim Mabes Polri. Lantaran itu pula, pihaknya mendatangi Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi pelapor hari ini oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Zulkhair menjelaskan kalau pernyataan Grace soal Perda Syariah dalam pidatonya di Hari Ulang Tahun PSI pada 11 November 2018 lalu menunjukkan Grace tidak mengakui adanya agama. Ia menilai pernyataan Grace bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 29 Ayat 2 dan Lasal 28e. "Itu sudah menjamin soal memeluk agama masing-masing di Indonesia. Dan satu lagi pada Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa sudah jelas dikatakan. Bahwasanya di sini berketuhanan dan seluruh warga negara itu mempunyai atau memeluk agama masing-masing. Sekarang jadi pertanyaan kalau Grace Natalie menolak perda syariah ini berarti seolah-olah dia tidak mengakui adanya agama," kata dia.

Grace dilaporkan oleh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia atau PPMI atas tuduhan penistaan agama, menyusul pernyataannya yang tidak setuju penerapan peraturan daerah atau perda syariah. Pengacara PPMI, Eggi Sudjana, mengklaim kliennya sudah memperingatkan Grace tentang pernyataannya seputar penolakan penerapan perda syariah itu.

Eggi menuntut Grace meminta maaf kepada publik karena ucapannya yang dianggap menebar permusuhan. "Sudi sekiranya minta maaf (atas), statement-nya itu sudah masuk unsur ungkapan rasa permusuhan, juga masuk kategori ujaran kebencian kepada agama," kata Eggi saat mengantar kliennya melapor kepada polisi di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Jumat, 16 November 2018.

Grace sendiri sudah memenuhi panggilan polisi untuk klarifikasi terkait laporan ini pada 22 November 2018 lalu. Dalam kesempatan itu, Grace mengaku dapat 18 pertanyaan dari penyidik.