BREAKINGNEWS.CO.ID -Penyidik Polda Metro Kamis (5/8/2019) siang ini rencananya akan menggelar reka ulang adegan atau rekonstruksi kasus pembunuhan dan pembakaran ayah-anak bernama Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M. Adi Pradana alias Dana (23).

"Iya benar. Rencananya hari ini akan dilakukan giat rekonstruksi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (5/9/2019).

Rencananya rekonstruksi akan dilakukan siang ini sekira pukul 13.00 WIB. Rekonstruksi akan dilakukan di dua lokasi. Pertama di Apartemen tempat otak pembunuhan ini yaitu Aulia Kesuma (35) merencanakan pembunuhan. Istri muda Edi itu diketahui merencanakan pembunuhan di unit apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Lokasi kedua adalah di kediaman Edi yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Rumah itu merupakan saksi kedua korban meregang nyawa. Belum diketahui apakah keempat tersangka dalam kasus ini akan memerankan langsung adegannya atau ada yang menggantikan.

Keempat tersangka yang dimaksud itu adalah Aulia, keponakannya Geovanni Kelvin (25), dua eksekutor sewaan Aulia bernama Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid. Namun nampaknya hanya Kelvin saja yang tidak akan ikut rekonstruksi mengingat mengalami luka bakar 35 persen saat membakar jasad kedua korban.

"Di Apartemen Kalibata dan Lebak Bulus Jakarta Selatan (rekonstruksi dilakukan)," kata dia.

Dalam kasus ini, AK dan keponakannya, KV sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Dari pengembangan kasus ini, polisi juga telah menangkap dua dari empat pembunuh bayaran yang disewa AK untuk menghabisi suami dan anak tirinya.

Mereka adalah Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid yang ditangkap di Lampung pada Selasa 27 Agustus 2019. Belakangan, mulai terungkap motif pembunuhan yang digagas oleh Aulia. Selain terlilit utang, motif pembunuhan ditengarai, lantaran Aulia hendak menguasai harta sang suami. Istri kedua Edi itu menjanjikan uang kepada para eksekutor sebesar Rp500 juta agar bisa menghabisi nyawa suami dan anak tirinya.