BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Agama (Kemenag), bersama Kepolisian melakukan upaya-upaya secara optimal untuk mencegah politisasi agama menjelang pemilu yang dapat memicu instabilitas sosial. 
 
"Mengingat UUD NRI 1945 Pasal 29  ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/1/2019). 
 
Babang juga mendorong Kemendagri, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Kepolisian untuk membuat kajian dan analisa guna mengantisipasi berita hoax terkait isu SARA dan rumah ibadah.
 
"Agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tegasnya. 
 
Dengan demikian Bambang mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu agama yang sangat rawan dimanipulasi untuk kepentingan politik, serta menjaga kebersamaan dengan meningkatkan toleransi keagamaan agar tercipta stabilitas sosial di masyarakat.
 
Sebelumnya, Ketua Setara Institute Hendardi menilai berbagai kekerasan bernuansa agama yang belakangan terjadi disebabkan karena menguatnya politisasi agama untuk kepentingan tertentu atau kekuasaan.
 
Politisasi agama tersebut kemudian berwujud bentuk intoleransi, persekusi, dan diskriminasi.
 
"Politisasi agama atau identitas adalah cara paling buruk untuk meraih kekuasaan," ujar Hendardi dalam konferensi pers di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa (20/2/2018).
 
Berangkat dari kekhawatiran tersebut, Setara Institute mengajak 186 tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang sosial untuk menyerukan seruan moral dalam menjaga dan memperjuangkan nilai keberagaman.
 
Menurut Hendardi, berbagai kasus kekerasan bernuansa agama yang marak pada awal tahun ini di berbagai daerah merupakan ancaman serius terhadap kebhinekaan.