BREAKINGNEWS.CO.ID -Polisi masih terus menggali modus pengiriman sabu dari Malaysia hingga ke Indonesia. Sabu sitaan seberat 30,1 kilogram yang diungkap aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat, merupakan sitaan terbanyak yang berhasil diungkap jajaran Polda Metro Jaya selama beberapa bulan terakhir.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Friendriz mengaku, pihaknya masih menggali keterangan para tersangka untuk mendapatkan bagaimana proses pengiriman barang haram tersebut bisa sampai di Jakarta dari Malaysia. "Dari Malaysia, masih pengembangan modus pengirimannya, apakah lewat darat, laut atau udara," ujar Erick di Polres Jakarta Barat, Senin (6/8/2018).

Erick menyampaikan, jaringan narkotika ini sudah beroperasi sejak dua tahun lalu dan setiap kurir yang beraksi mencapai 10 Kg bisa dapat penghasilan Rp20 juta. Apalagi, jaringan ini memiliki management untuk melancarkan aksinya. "Mereka terorganisir ada pengecer, kurir, penjaga gudang, bagian keuangan dan bandar besar," kata Erick.

Dari pengungkapan ini polisi mengamankan empat, berinisial FJ, TH, RZ dan MDL dua diantaranya merupakan residivis dengan kasus yang sama. Tapi, Erick tidak menyebutkan inisial mana saja yang pernah tersandung kasus sama.

"Ini jaringan lama. Pengendali utamnya di lapas, inisialnya PR. Ada dua yang residivis, penjaga gudang juga kenal sama dilapas, karena barang yang keluar atas perintah di lapas. Ada mobil, sepeda motor yang dibeli dari uang oprasional dan buat kirim BB," ujarnya.

Polisi mengembangkan kasus ini guna mengetahui jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkoba.

Kasus peredaran sabu yang dikendalikan seorang narapidana berinisial PR yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jawa Barat, dikirim dari Malaysia dan akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya. Polisi juga menyita uang cash hasil penjualan sabu senilai Rp2,3 miliar dan sejumlah buku lainnya. Termasuk dua unit mobil untuk operasi pengiriman, 1 unit sepeda motor, 8 unit HP dan sejumlah buku rekening.

]Untuk pengusutan keempat pelaku dikenakan pasal 114, 112 tentang narkotika dan pasal 137 pencucian uang.