BREAKINGNEWS.CO.ID - Tiga pelaku pemalakan yang membuat resah sopir-sopir truk di depan pintu masuk barat Taman Impian Jaya Ancol , Pademangan, Jakarta Utara digelandang aparat Polsek Metro Pademangan. Namun para pelaku pemalakan tidak dilakukan penyidikan, melainkan hanya dilakukan pembinaan ke Dinas Sosial terkait. 

Sebelumnya, para pelaku tersebut mengaku tidak setiap hari menjalankan aksinya. “Setelah kita tangkap, terus kita tanya si pelaku ini nggak setiap hari di sana. Kalau bisa dibilang dari kapan, ya mereka nggak bisa jawab karena nggak setiap hari katanya,” ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Metro Pademangan AKP Made Gede Oka kepada wartawan, Jumat (13/7/2018).

Made mengatakan, setiap kali beraksi, para pelaku sudah  memiliki waktunya tertentu di mana mereka biasanya melakukan aksinya. Umumnya dilakukan setelah pada siang hari, saat kondisi pelabuhan sedang ramai dengan truk-truk yang membawa barang ke pelabuhan. Polisi juga belum bisa memastikan apakah dalam menjalankan aksinya, menentukan tarif atau tidak.

“Setelah siang hari sampai dengan sore hari pada saat pengunjung Ancol itu selesai, mereka mendekati pemesan taksi online. Setelah kita amankan, dari barang bukti itu nggak hanya uang Rp10-20 ribu tapi juga didapat uang receh,” kata dia.

Polisi juga masih mengembangkan penangkapan untuk menjaring pelaku lainnya yang masih buron selain ketiga pelaku yang telah ditangkap berinisial G, BA, dan DPP. “Kita masih kejar, bisa diduga bukan hanya tiga orang tapi bahkan lebih,” ujar AKP Made Gede Oka kepada media.

Saat ini ketiga pelaku masih diamankan di Polsek Pademangan untuk segera dipindahkan ke panti sosial milik Dinas Sosial DKI Jakarta di Cipayung, Jakarta Timur guna mendapatkan layanan gangguan penyandang masalah sosial. Untuk mereka tidak dilakukan penyidikan.  “Kita kirim ke Dinsos ini salah satu cara untuk melakukan pembinaan. Kasus pemalakan seperti ini kan korbannya juga susah nyarinya, jadi tidak bisa kita proses secara pro yustisia, nggak ada korban, gimana sidangnya,” katanya.