BREAKINGNEWS.CO.ID - Pria mengaku sebagai Pegawai Negeri Sipil bernama Ikhsan Seno Prabu (39), diciduk jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya lantaran melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama Jokowi dicatur agar korbannya percaya.

Perbuatan Seno setidaknya telah merugikan 14 orang yang jadi korbannya. Selain nama Jokowi, pelaku (Ikhsan) juga mencatut nama putri Presiden Republik Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, juga Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

Dalam aksinya, pelaku menjanjikan bisa mencairkan uang untuk dipinjam namun korban harus membayar biaya administrasi terlebih dulu. Dimana biaya administrasi beragam, mulai dari Rp500.000 - Rp650.000.

"Apabila Pak Jokowi menang (jadi Presiden lagi) uang pinjaman tidak usah dikembalikan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (28/1/2019).

Kasus ini berhasil dibongkar polisi bermula dari viralnya sebuah video dimana menunjukkan sembilan orang ibu-ibu di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan yang jadi korban penipuan. Para ibu-ibu yang jadi korban itu menunjukkan bukti kwitansi pembayaran ke pelaku.

“Di video disebutkan bahwa Pak Jokowi akan memberikan pinjaman sebesar Rp15 juta, dan apabila Pak Jokowi menang uang itu tidak usah dikembalikan. Tapi masyarakat harus bayar uang administrasi Rp650 ribu untuk mendapat pinjaman tersebut,” kata dia.

Berdasar lenyelidikan, diketahui ada sebanyak 14 orang korbannya. Pelaku beraksi dengan cara menawarkan dari rumah ke rumah. Pelaku pura-pura mensurvei siapa saja yang cocok diberikan pinjaman. Agar meyakinkan, pelaku minta foto copy identitas, surat keterangan kelurahan dan foto usaha korban.

“Setelah korban menyerahkan uang, pelaku ISP menjanjikan kepada korban akan menerima pinjaman akhir Desember 2018. Tapi, tidak ada uang pinjaman seperti yang dijanjikan pelaku sehingga korban mengalami kerugian Rp10 juta,” ujarnya.

Akibat perbuatannya pelaku mendekam dibalik jeruji besi atas perbuatannya tersebut. Ikhsan dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman empat tahun penjara dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti, semisal satu buah Kartu Tanda Penduduk, satu unit telepon genggam dan dua buah kartu Anjungan Tunai Mandiri.