BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap tindak pidana pembobolan kartu kredit. Dari kasus ini, polisi mencidui enam tersangka berinisial EA, EA alias Eldin, F, BRS, F dan Y.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ade Ary mengatakan, modus keenam tersangka membeli data base kartu kredit. Kemudian tersangka menghubungi korban dengan mengaku dari pihak Credit Card Center dan dari Otoritas Jasa Keuangan

"Tersangka ENOS membeli data base kartu kredit dari R yang saat ini DPO dengan cara memesan melalui whatsapp dengan harga Rp500 ribu per 3000 data," kata Ade Ary di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2018).

Setelah berhasil, tersangka Enos dan tersangka F kemudian mensortir data nasabah yang masih aktif dengan membelanjakan pulsa di situs sepulsa.com dengan cara memasukkan seri kartu kredit. Jika data  nasabah tersebut masih aktif maka muncul permintaan kode OTP.

Selain membobol data nasabah kartu kredit, para tersangka juga membobol data nasabah kartu debit untuk memindahkan dana yang ada di rekening korban.

"Para tersangka melakukan aksinya itu setiap hari kerja dan jam kerja dengan jumlah korban lebih dari 50 nasabah," tandasnya.

Dari kejadian tersebut, polisi menyita beberapa barang bukti 10 juta uang tunai,1 unit mobil,dan 17 handphone serta berikut simcard. Para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.