BREAKINGNEWS.CO.ID - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai melakukan uji coba dengan beberapa mesin pembangkit dengan menggunakan 100 persen  BBN jenis CPO atau sawit. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya mengurangi defisit negara yang ditimbulkan oleh impor  BBM solar.

"Uji coba dengan CPO sudah kami lakukan diuji pada mesin MAK#1 dan MAK#2," kata Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero),  Machnizon Masri, di Jakarta (14/8/2019).

Ia menjelaskan salah satu hasil ujinya adalah hasil pembakaran tidak sebaik dengan Biodiesel 20 persen atau B20. Kemudian, pasokan CPO untuk uji coba juga mengalami kendala yaitu kekurangan pasokan.

Uji coba CPO tersebut dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kanaan, Bontang. Untuk pasokan saat ini PLN tengah menyiapkan sebanyak 167 ton untuk runing test.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Budi Santoso Syarif mengatakan program pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) dari olahan sawit berpotensi menghemat anggaran impor hingga 500 juta dolar AS per tahun.

"Dari sawit, dapat menghasilkan minyak sebesar 8,7 juta ton per tahun, dan dari hasil minyak sawit tersebut mampu mengurangi BBM hingga  160 ribu barel per hari," kata Budi Santoso pada seminar green energy di Jakarta.

Lebih lanjut ia menjelaskan, 160 ribu barel BBM per hari tersebut setara dengan penghematan 500 juta dolar AS.

Saat ini, luas lahan sawit mencapai 14,3 juta hektare dengan sebesar 40,6 persennya dimiliki petani, sisanya BUMN dan perusahaan swasta.

Pertamina sudah mampu mengolah sawit menjadi bahan bakar dengan pencampuran 30 persen ke dalam BBM menjadi biodiesel 30 persen atau B30.

Selain itu pemanfaatan sawit yang berasal dari dalam negeri juga dapat meningkatkan ketahanan energi secara nasional.

Dalam kesempatan yang lain, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyebutkan tahapan uji coba bahan bakar  B30 akan berakhir pada Oktober 2019. "B30 masih dalam uji coba nanti berakhir bulan Oktober," kata Arcandra.