BREAKINGNEWS.CO.ID- Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional terhadap elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi-Ma'ruf Amin: 60,4%, Prabowo-Sandiaga: 29,8% dan Tidak tahu atau rahasia: 9,8%. Bagaimana tanggapan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 
 
"Oh saya kira survei terakhir alhamdulilah ya, posisi pak Jokowi meningkat tajam. Posisi konsolidasi kalangan Nahdiyin semakin rapi di Jatim, Jateng, Jabar Banten," ujar Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018). 
 
Menurut Cak Imin, survei Jokowi meningkat persentasenya karena kasus hoax Ratna Sarumpaet. Pemilih selama ini yang jauh dengan Jokowi, kini mereka kembali. 
 
"Pasti yang selama ini kemana-kemana akan balik kandang. Apalagi dari perisitwa Ratna Sarumpaet itu pukulan telak yang akan membawa fakta bahwa pilihan bergeser ke pak Jokowi," katanya. 
 
Cak Imin kembali menegaskan bahwa kasus Ratna Sarumpaet sebuah peristiwa ekspansi dukungan Prabowo berlabuh ke Jokowi. "Yak kita lihat survei tapi kita yakini sepenuhnya peristiwa Ratan Sarumpaet ini betul-betul akan memindahkan pemilih Prabowo ke Jokowi," tegasnya. 
 
Diketahui, survei SRMC dilakukan pada 7-14 September 2018 terhadap 1.220 responden dengan response rate 1.074 responden. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei kurang lebih 3,05 persen. 
 
Responden terpilih diwawancarai melalui tatap muka. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden. 
 
Simulasi dilakukan dengan pertanyaan 'seandainya pemilihan presiden dilakukan sekarang ini, siapa yang akan bapak/ibu pilih di antara dua pasangan calon presiden dan wakil presiden berikut?'. 

"Pasangan capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin meraih perolehan suara 60,4%, jauh mengungguli Prabowo Subianto Sandiaga Uno 29,8%. Sedangkan, pemilih yang tidak tahu/rahasia sebesar 9,8%," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan dalam paparannya, di Kantor SMRC, Jalan Cisadane, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018). 

Djayadi menyampaikan, figur capres dinilai lebih kuat dibandingkan figur cawapres yang mendampinginya. Sehingga, figur cawapres masih belum mengubah perolehan suara secara signifikan. "Tidak ada pengaruh positif dari cawapres baik di Jokowi maupun Prabowo. Sampai September 2018 ya," katanya.