BREAKINGNEWS.CO.ID - Pertemuan pemimpin 20 negara dengan perekonomian terbesar dunia (G20) di Buenos Aires, Argentina, pada Sabtu (1/12/2018) waktu setempat, pemerintah Indonesia merekomendasikan sejumlah poin. salah satunya adalah menegaskan kembali komitmen bersama guna mewujudkan kemitraan multirateral yang kuat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) sebagai pihak yang mewakili Indonesia dalam pertemuan G20 tersebut. "Kemudian komitmen penuh terhadap terwujudnya kesepakatan internasional, termasuk kesepakatan Paris," ujar JK melalui keterangan tertulis yang diterima Breakingnews.co.id, Minggu (2/12).

Kesepakatan Paris merupakan perjanjian yang ditandatangani oleh pemimpin negara di seluruh dunia-termasuk Indonesia, pada 2016 lalu. Akan tetapi, beberapa waktu terakhir Amerika Serikat (AS) keluar dari kesepakatan yang memuat perihal kondisi perubahan iklim tersebut. JK juga merekomendasikan agar negara-negara yang tergabung dalam G20 memperkuat kolaborasi tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

"Serta memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan rakyat dan bumi," katanya. Menurut JK, SDGs dan perubahan iklim merupakan dua isu global yang saling terkait dan harus diatasi bersama. Dia meyakini keberhasilan penanganan isu perubahan iklim juga akan mendorong kesuksesan agenda SDGs. Dikarenakan, tidak dapat dipungkiri dampak perubahan iklim sangat terasa di Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Salah satu upaya untuk menangani permasalahan itu, kata dia, adalah melalui mekanisme perdagangan karbon atau negosiasi dan pertukaran hak emisi gas rumah kaca. Hanya saja, JK menilai, mekanisme perdagangan karbon saat ini belum berjalan efektif. "Indonesia prihatin dengan fakta bahwa mekanisme dan harga carbon trade masih jauh dari harapan yang seharusnya dapat memberi insentif bagi reforestasi dan konservasi hutan," tuturnya.

Pihaknya juga mendesak negara-negara G20 agar memperkuat kemitraan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang energi terbarukan. JK sudah mewakili Indonesia dalam pertemuan G20 di Argentina sejak Jumat (30/11) lalu. Sejumlah dokumen dari hasil pertemuan disampaikan pada Sabtu (1/12) waktu setempat di antaranya tentang isu ekonomi digital, anti korupsi, termasuk pembangunan berkelanjutan. Ia dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 4 Desember 2018 mendatang.