BREAKINGNEWS.CO.ID - Laga yang paling menentukan untuk Persija Jakarta akan terjadi pada pertandingan pamungkas melawan Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (9/12/2018). Kemenangan akan membuat Macan Kemayoran keluar sebagai juara Liga 1 2018. Pelatih Persija, Stefano Cugurra mengakui, tampil di depan puluhan ribu suporter akan mebuat Ismed Sofyan dan kawan-kawan lebih termotivasi.

"Pertandingan itu sangat penting bagi kami. Semua pemain sudah bekerja keras sampai di titik ini. Laga besok menjadi kesempatan emas bagi kami merebut gelar juara apalagi kami akan didukung penuh suporter The Jakmania," ujar Teco dalam konferensi pers sebelum pertandingan kontra Mitra Kukar di Jakarta, Sabtu (8/12).

Sementara itu, pihak panitia pelaksana, Persija Jakarta, mengaku untuk laga pekan ke-34 alias terakhir ini, pihaknya mengalokasikan 77 ribu tiket untuk suporter Persija Jakarta. Artinya, jumlah tersebut merupakan total maksimal kapasitan venue kebanggan rakyat Indonesia itu. Media Officer Persija, Eko Yudhiono, mengatakan hingga saat ini, jumlah tiket yang sudah laku sebaganyak 69 ribu lembar. "Untuk tiket pendistribusiannya dilakukan dengan dua cara yaitu sistem online (sudah habis) dan selebihnya kami serahakan kepada pengurus The Jakmania," ucap Eko.

Di sisi lain, kiper Persija Andritany Ardhiyasa menyebut tak sabar menjalani partai versus Mitra Kukar. "Tanpa meremehkan lawan, kami optimistis mengakhiri laga dengan kemenangan. Saya sangat menggebu ingin mendapatkan hasil terbaik. Kami ingin mendapatkan hasil yang kami idam-idamkan," ucap adik kandung dari kapten Bhayangkara FC, Indra Kahfi Ardhyasa itu.

Andritany mengaku ingin memberikan hadiah terbaik kepada The Jakmania. Apalagi, momennya tetap. Selain bermain di Ibu Kota. The Jakmania juga sudah lama menahan dahaga melihat Persija Jakarta menjadi juara. Karena, kali terakhir tim yang identik dengan warna oranye itu sukses menjadi juara Liga Indonesia pada tahun 2001. "Artinya, itu sudah 17 tahun. Jadi, untuk The Jakmania yang lahir ketika Persija juara pada 2001, saat ini sudah memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk). Jadi, akan sempurna bahagia mereka jika sudah mendapatkan KTP, tim kesayangannya pun juara. Mereka mendapatkan hal yang sama. dengan suporter Persija yang lahir sebelum tahun 2001," ucap penjaga gawang 26 tahun itu.

Cara Persija Juara

Persija berada di puncak klasemen Liga 1 Indonesia dengan 59 poin, memimpin satu angka lebih banyak daripada PSM Makassar di peringkat kedua. Sementara Mitra Kukar baru mengumpulkan 39 poin dan berada di peringkat 14 klasemen Liga 1, dua tingkat di atas wilayah turun kasta. Poin Mitra Kukar itu sama dengan tiga tim di bawahnya masing-masing Perseru, Sriwijaya FC dan PS Tira.

Persija menjadi juara dengan empat skenario yaitu, pertama, menang atas Mitra Kukar di laga terakhir. Kedua, seri dengan Mitra Kukar, tetapi PSM Makassar tidak menang dari lawannya PSMS Medan yang dihadapi di Stadion Andi Mattalata di Makassar, Minggu (9/12). Ketiga, kalah dari Mitra Kukar, tetapi PSM Makassar juga kalah dari laga kontra PSMS Medan. Keempat, kalah dari Mitra Kukar, tetapi PSM seri dengan PSMS Medan. Jika kondisi ini terjadi, poin kedua tim sama 59, tetapi Persija unggul selisih gol PSM dan Persija imbang karena dalam dua pertemuan musim 2018 pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2.