BREAKINGNEWS.CO.ID - Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan  Peraturan Presiden  tentang perluasan penggunaan biodiesel atau B20 untuk keperluan non-PSO dan diperkirakan bakal  berlaku pada 1 September 2018. "Tadi Presiden sudah tahu betul, sudah siap teken. Mudah mudahan sore ini atau paling lambat besok, bisa ditandatangani sehingga Menteri ESDM bisa menindaklanjutinya dengan Permen ESDM mengenai teknis pelaksanaannya," katanya di Jakarta, Selasa 14/8/2018).

Pada jumpa pers bersama Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Perry Warjiyo usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, ia  menyebut pelaksanaan kewajiban menggunakan biodiesel yang juga bertujuan mendongkrak konsusmsi sawit dalam negeri itu akan efektif berlaku per 1 September 2018. Lebih jauh Darmin menjelaskan  ketentuan penggunaan biodiesel B20 hingga akhir tahun 2018 dapat menghemat devisa negara hingga mencapai 2,3 miliar dolar AS dari impor BBM. "Kami sudah membuat skenario, perhitungan, bahwa dengan mewajibkan B20 untuk keperluan PSO maupun non-PSO dalam sisa waktu yang ada sampai akhir tahun ini, akan ada tambahan penggunaan B20 sekitar empat juta kiloliter," ujarnya.

Menurut Darmin, pelaksanaan ketentuan penggunaan biodiesel merupakan salah satu upaya memperkuat cadangan devisa untuk mencapai ketahanan perekonomian nasional. "Tadi pembicaraannya bukan konsep lagi, tapi bicara kongkret. Ada beberapa hal yang dibicarakan dalam rangka mengurangi defisit transaksi berjalan," kata Darmin.

Ia menyebutkan di samping isu dampak kondisi perekonomian Turki, isu transaksi berjalan juga merupakan faktor yang mempengaruhi nilai tukar dan indeks harga saham gabungan. "Tadi Presiden merunut satu persatu langkah yang perlu dilakukan dalam rangka penguatan cadangan devisa," kata Darmin.
Ia menyebutkan tahun 2019 ada dua faktor yang diperkirakan akan memperkuat cadangan devisa yaitu adanya penghematan penggunaan solar dan kenaikan harga CPO atau kelapa sawit.
Darmin menyebutkan upaya lain adalah meningkatkan ekspor dan memperlambat atau mengurangi impor. "Dalam beberapa bulan ke depan, ya? mungkin enam bulan dari sekarang, mudah-mudahan sudah memberi hasil karena dapat bekerja efektif," kata Darmin.