JAKARTA - Pada 8 Desember 1980, tepat 37 tahun silam, penyanyi terkenal yang pernah menjadi vokalis The Beatles, John Winston Lennon, tewas setelah ditembak empat kali oleh penggemarnya bernama Mark David Chapman di suatu apartemen di New York, Amerika Serikat (AS). Lennon sempat dilarikan ke rumah sakit, namun sayang, nyawanya tak tertolong. Ia pun tewas di usia 40 tahun.

Setelah mengakui membunuh Lennon, Mark David Chapman keluar berjalan santai. Pada saat itu, dia berjalan santai sambil tampak membaca salinan novel berjudul The Catcher in the Rye yang ditulis oleh J. D. Salinger.

Dikutip dari laman History.com, Chapman ditengarai seperti terobsesi dengan tokoh utama di dalam novel tersebut bernama Holden Caulfield yang memiliki masa muda yang kompleks dan ketenaran yang tak membawa ketenangan batin. Chapman mengatakan, pada saat bekerja sebagai petugas keamanan di Hawaii, dia memutuskan menjadikan Lennon sebagai sasarannya. Dia makin yakin setelah mendengarkan rekaman lagu-lagu The Beatles, grup musik yang digawangi Lennon.

Dia lalu membeli senjata di Hawaii dan berangkat ke New York untuk membunuh John Lennon. Chapman lantas dijatuhi hukuman kurungan penjara selama 25 tahun. Istri Lennon, Yoko Ono, menyatakan tak akan pernah memaafkan Chapman yang telah membunumh suaminya.