BREAKINGNEWS.CO.ID - Untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi menobatkan putri kerajaan Rima bin Bandar jadi duta besar (Dubes) untuk Amerika Serikat (AS). Hal tersebut menjadi sejarah, karena jabatan tersebut biasanya diisi oleh seorang pria, namun kali ini seorang wanita yang menjabat.

Keputusan itu datang setelah Arab Saudi berusaha meredam protes internasional atas pembunuhan Khashoggi pada Oktober 2018 lalu di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Kejadian itu sempat membuat tegang hubungan antara pemerintah Arab Saudi dan AS. Rima menggantikan adiknya, pangeran Khalid bin Salman, yang diangkat menjadi wakil menteri pertahanan. Khalid merupakan adik putera mahkota Mohammed bin Salman yang berperan sebagai menteri pertahanan.

Arab Saudi awalnya menyangkal mereka mengetahui tentang tewasnya Khashoggi, akan tetapi pada akhirnya kerajaan mengakui agen mereka yang membunuhnya di dalam konsulat. Walaupun demikian, pembunuhan itu dikatakan sebagai operasi jahat. Pembunuhan penulis di surat kabar Washington Post itu disebut-sebut melibatkan Mohammed bin Salman. Sementara AS terus menekan Arab Saudi dan mengancam bakal melakukan respons lebih kuat.

Putri Rima, merupakan pendukung utama pemberdayaan perempuan di Arab Saudi yang belakangan dikritik karena perkara pemenjaraan aktivis perempuan. Sebelumnya Rima bekerja di General Sports Authority, di mana dia memimpin kampanye buat meningkatkan partisipasi wanita pada olahraga. "Putri Rima menjadi duta besar wanita pertama di sejarah Saudi dan wanita pertama dengan ranking menteri - sinyal kuat pada integrasi wanita di pemerintahan dan ketenagakerjaan," kata Ali Shihabi, pendiri kelompok pemikir Arabia Foundation, lewat Twitter, Sabtu (23/2/2019).

Pangeran Khalid yang menjabat duta besar AS sejak 2017 sudah diperkirakan bakal meninggalkan jabatannya sejak kasus Khasoggi. Penunjukkannya sebagai wakil menteri pertahanan terjadi saat koalisi militer Arab Saudi masih belum dapat bergerak setelah empat tahun konflik dengan negara tetangga Yaman.