BREAKINGNEWS.CO.ID - Polda Metro Jaya menyatakan perang terhadap aksi kejahatan. Mereka juga menegaskan akan terus memberangus para bandit jalanan seperti jambret, pelaku pencurian dengan kekeraaan dan aksi kejahatan begal jalanan. Aksi-aksi tersebut beberapa waktu belakangan sudah meresahkan masyarakat di Ibu Kota dan sekitarnya.

Di Polres Tangerang Selatan, ada sebanyak delapan orang pelaku kejahatan jalanan yang kerap meresahkan masyarakat ditindak aparat kepolisian setempat. Dari delapan orang yang diciduk polisi, satu di antaranya terpaksa diberikan tindakan tegas terukur karena melawan saat ditangkap.  Ada juga bandit yang terpaksa diberikan timah panas pada bagian kakinya karena mencoba kabur saat ditangkap. "Dilakukan tindakan tegas terukur pada kaki kanan karena melawan petugas," kata Kapolres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Ferdy Irawan dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (4/7/2018).

Kedelapan bandit itu adalah, Suripto alias Anton yang tewas karena diberikan tindakan tegas terukur lantaran melawan saat akan ditangkap, kemudian Rudiyansah yang berperan sebagai eksekutor, Rusmono Andi Sucipto, Riko, Deri Seventin Karisman, Yopin Saputra, Sapero.  "Imuh Alias Batak yang berperan sebagai joki masih DPO (Daftar Pencarian Orang)," kata Ferdy.

Polres Jakarta Selatan

Adapun di Polres Metro Jakarta Selatan, aparat kepolisian menciduk sebanyak lima bandit pelaku kejahatan jalanan yang kerap beraksi di wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan diciduk, seperti di Bintaro, Ciputat, Pondok Indah, Rempoa, Serpong, Kemang, Pondok Labu, Palmerah, Pondok Aren, juga BSD. Mereka adalah, M Wahyu Ramadhan (17), Teuku Alfath Fiisabilillah (16), Additya Pratama Hakim (18), Fernando Alonso (16) dan Desto Baskara (22).

Dari penangkapan para pelaku kejahatan ini awalnya aparat Polsek Cilandak menciduk terlebih dahulu Desto saat akan beraksi di Jalan H Ali RT 004/006, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan Selasa 3 Juli 2018. Dari keterangan Desto lantas polisi menangkap empat orang lainnya.  "Atas dasar informasi itu, tim langsung melakukan pengejaran dan berhasil diamankan empat pelaku lainnya," ucap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Indra Jafar dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (4/7/2018).

Dalam pemeriksaan Teuku Alfath dan M Wahyu Ramadhan mengaku aksi terakhirnya adalah ketika merampas satu buah sepeda dan satu unit ponsel, di kawasan Bundaran Pondok Indah, Jakarta Selatan yang berhasil meraup puluhan juta rupiah dari aksinya itu.  Kepada polisi, Teuku mengaku biasa mereka menjual hasil kejahatannya ke Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pihaknya pun masih memburu dua pelaku lain yang merupakan satu komplotan dengan mereka.

Kedua pelaku yang masih diburu biasa disapa Pras dan Marcel. Kelima pelaku kini mendekam di jeruji besi, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti dari tangan pelaku seperti satu bilah celurit, 10 unit telepon genggam dan dua unit sepeda motor.