JAKARTA-Penolakan demi penolakan masih berdatangan dari supir angkutan kota (angkot) jurusan Tanah Abang yakni M03, M08 dan M10 karena menolak gabung dengan program Pemprov DKI Jakarta yakni OK Otrip. Penolakan itu karena supir angkot tidak mampu memenuhi target 170 kilometer setiap harinya.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menginginkan para supir tetap bergabung dengan OK Otrip. Caranya dengan membicarakan apa yang menjadi kendala tidak ingin gabung OK Otrip sehingga nanti bisa ditemukan solusi dan akhirnya bisa tetap ikut OK Otrip.

"Bila masih ada masalah ya kita bicarakan masalahnya tapi bukan kemudian semata-mata membatalkan semuanya. Jadi kita bicarakan apa yang dibutuhkan dan di rapim juga sudah dibicarakan juga kok," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Bagi Anies, hal ini sangat penting sebagai pemerintaah yang tugasnya menyiapkan pembiayaan selisih antara biaya dengan pemasukannya karena kalau tidak ya tidak ada yang mau berusaha di bidang transportasi umum. "Itu seluruh dunia rumusnya begitu, pemerintah yang harus membayar karena itu kita harus menyiapkan dan sudah sekarang sejak kira-kira itu sudah dua minggu lalu di kaji angkanya supaya bisa dimasukkan dalam anggaran," tutur Anies.

Sebelumnya, supir angkot M03, M08 dan M10 melakukan aksi unjuk rasa karena menolak bergabung OK Otrip yang dikhawatirkan penghasilannya tidak mencukupi bahkan dinilai merugikan. Selain itu, jika gabung OK Otrip para supir tidak bisa ngetem dan harus bekerja sesuai jam.