Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais meminta untuk menarik menteri PAN dari Kabinet Kerja Jokowi-JK. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mempersilakan PAN untuk menggunakan hak-nya itu.

" Ya kita kembalikan ke PAN. PAN bagaimana? Kalau PAN menginginkan itu pasti pemerintah tidak bisa menahan, " kata JK di kantor Wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2017).

Menurut JK, bisa saja terjadi sebuah partai meminta untuk keluar dalam sebuah kabinet pemerintahan. Namun khusus untuk PAN, keputusan itu berada di tangan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

" Ya bisa saja. Kalau partai yang bersangkutan minta keluar, tidak apa-apa. Tapi itu bukan (keputusan) Pak Amien, harus Ketum, (harus) Sekjen, " ucapnya.

Soal tidak sejalannya PAN dengan usulan pemerintah pada pengesahan RUU Pemilu lalu, dianggap biasa oleh JK. Dia menyebut hal tersebut bagian dari demokrasi.

" Ya demokrasi tidak semua sama. Itulah demokrasi. Tapi demokrasi terakhir kan suara terbanyak menyetujui ya itu berlaku, " terangnya.

Kritik dari partai koalisi pemerintah datang lagi untuk PAN terkait dengan perbedaan sikap dalam rapat paripurna pengesahan UU Pemilu, Kamis (20/7) lalu . Partai NasDem menyebut PAN seperti 'cari enaknya saja' dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres Jusuf Kalla.

Anggota Dewan Pakar NasDem, Teuku Taufiqulhadi, menasihati PAN agar segera angkat kaki dari koalisi pemerintahan. Menteri dari PAN, yakni MenPAN-RB Asman Abnur, diminta mundur dari kabinet Jokowi-JK.

" Saya menasihati saja ya. Saya menasihati PAN, PAN lebih baik mengundurkan diri saja dari kabinet, " kata Taufiqulhadi kepada wartawan, Senin (24/7).