JAKARTA - Nama-nama yang muncul jelang Pilpres 2019 semakin banyak mencuat. Nama-nama yang muncul itu juga disebut akan menjadi calon pendamping Joko Widodo. PDIP sebagai partai pengusung utama Jokowi menyambut baik hal ini. Namun partai berlambang kepala banteng tersebut menyatakan tidak akan gegabah dalam menyarankan nama kepada Jokowi.

Sebagai langkah dalam menentukan kandidat cawapres, PDIP akan menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. "Kalau bicara secara non formalnya kan banyak ya nama-nama ya. Tapi kalau bicara secara formal kami kan tidak lagi membicarakan itu dalam hal yang formal, karena sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Ibu Ketua Umum," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga, Selasa (13/3/2018).

Ia mengatakan jika dalam mencari kriteria cawapres untuk mendampingi sang inkumben, salah satunya akan mengedepankan figur muda yang sesuai dengan era milenial. Pasalanya, siapapun wakil presiden yang terpilih nanti juga disiapkan untuk generasi selanjutnya yakni pada Pilpres 2024. "Bagi PDIP ini yang sangat penting dalam era transformasi, era kekinian, era zaman now ini. Pak Presiden Jokowi tidak bisa maju lagi, kemungkinan juga Pak Prabowo atau katakan generasi-generasi setingkat dengan beliau kan kemungkinan tidak maju lagi di 2024. Nah, itu akan terjadi pergantian generasi dan ini sebenarnya yang paling penting," ujarnya.

Selain itu, Eriko menjelaskan jika kriteria muda yang dimaksud itu tak hanya dilihat secara fisik, tapi juga secara pembawaan dan pemikiran. Sosok muda tersebut juga yang nantinya akan menentukan arah di 2024. "Kan pemimpin di 2024 ini nanti yang sangat menentukan arah ke mana ini. Nah muda ini kan banyak kategorinya, bisa muda usia, bisa juga muda pembawaan, kan bisa juga seperti itu. Bisa juga (muda secara) pemikiran. Nah tapi yang pasti bahwa di 2024 kriteria yang dikehendaki masyarakat sudah berbeda dengan 2019 ini," sebutnya.