BREAKINGNEWS.CO.ID -- Proses dan tata cara pemilihan Ketua Umum Partai Golkar hingga kini belum diputuskan.    Dalam rapat pleno Golkar Jumat (29/11/2019), setelah terjadi perdebatan akhirnya Steering Committee dan Panitia Munas, akan menyerahkan kepada para peserta yang hadir dalam Munas Golkar, minggu depan di Hotel Ritz Charlton, Jakarta.

“Jadi dalam AQD/ART Golkar itu jelas, bahwa soal pemilihan ketua itu langsung. Langsung dalam hal ini tentunya bisa dimaknai langsung pakai surat atau langsung pakai suara. Ini masih berkembang dan kami akan menyampaikan hal itu kepada peserta munas, untuk memutuskan,” kata Melchias Markus Mekeng, Ketua Penyelenggara Munas Golkar 2019.

Peserta munas sendiri menurut Mekeng adalah DPD 1, DPD  2, DPP dan Ormas sayap dan ormas pendiri Golkar yang mempunyai hak suara. “Biarlah mereka yang memutuskan mau pakai surat dukungan atau mau pakai bilik suara, juga untuk memastikan surat dukungan yang 30 persen itu,” ungkap Mekeng.

Mekeng juga menyatakan, meski tata cara belum diputuskan, namun sampai Jumat malam sudah terdapat anggota Golkar yang mendaftarkan diri untuk maju dalam pemilihan ketum. “Kami persilahkan kepada yang mendaftar. Kami berharap semua anggota Partai Golkar yang mempunyai keinginan untuk berkontestasi  silahkan mempersiapkan diri,” ucap Mekeng.

Panitia berjanji akan memberikan pelayanan terbaik. “Kami sebagai panitia akan mempersiapkan playing ground-nya, yang baik, yang netral sehingga semua orang bisa berkontestasi dengan baik, dengan senang. Tentunya yang menang akan senang dan yang kalah pun akan tetap senang,” kata Mekeng.

 Bagi Mekeng, Munas Golkar kali ini merupakan momentum yang  paling penting bagi partai. Pasalnya Munas ini juga sebagai persiapan menyongsong Pilkada 2020, dan tahun-tahun berikutnya. “Selain itu juga persiapan diri Golkar untuk Pemilu 2024 dan Pilpres 2024. Sebagai partai politik kami menggunakan agenda ini untuk konsolidasi internal Golkar,” tambah Mekeng.

Munas ini sendiri akan diikuti anggota DPP sebanyak 254, pengurus DPP Provinsi  238 orang, pengurus DPD 2 Kabupaten / kota sebanyak 1088. Selain itu ada pula pengurus organisasi sayap, dan ormas pendiri Golkar.  Panitia juga mengundang para dewan, hingga pengurus dewan Kehormatan, Dewan Pembina dan lain-lain.

“Ditambah undangan lain maka  diperkirakan akan dihadiri oleh 2000 orang , dalam acara tersebut. Ini termasuk ketua umum parpol di Indonesia, menteri kabinet Indonesia maju dan para duta besar undangan,” ungkap Mekeng.

Presiden Joko Widodo direncanakan akan membuka Munas Golkar ini pada 3 Desember malam. Guna mensukseskan acara sakral yang besar ini, persiapan akomodasi benar-benar diperhatikan oleh panitia Munas. Selain membooking tempat hiburan di hotel berbintang lima itu.

“Intinya sudah 95 persen persiapan sudah selesai dan tinggal lima persennya lagi dalam beberapa hari ke depan,” ujar Mekeng.