BREAKINGNEWS.CO.ID – Gencatan senjata dengan kelompok Taliban secara resmi diumumkan oleh Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani telah berakhir. Dia pun segera memerintahkan operasi pasukan bersenjata terhadap kelompok tersebut untuk dilanjutkan.

"Bangsa ini telah menunjukkan bahwa mereka siap untuk rekonsiliasi," kata Ghani seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (30/6/2018). Menurut Ghani banyak anggota Taliban yang mendukung upaya perdamaian dan gencatan senjata telah membuktikan bahwa kelompok itu sudah lelah untuk berperang. Pada saat yang sama, upaya yang ditujukan untuk mencapai perdamaian telah berlangsung, dengan Kabul berusaha keras untuk mencapai hasil yang positif. "Ini sekarang keputusan Taliban, apakah mereka ingin terus membunuh atau bergabung dengan proses perdamaian," kata Ghani seperti dilansir Reuters. Ia pun mengulangi seruan untuk pembicaraan perdamaian yang komprehensif.

Ghani telah memerintahkan pasukan pemerintah untuk menangguhkan operasi serangan selama 10 hari setelah gencatan senjata Idul Fitri pada 15-17 Juni 2018 lalu. Saat ini, pejuang Taliban yang tidak bersenjata berbaur dengan tentara, polisi dan warga sipil di jalan-jalan Kabul dan tempat lain. Pengumuman ini menandakan bahwa pasukan keamanan Afghanistan, yang telah mengadopsi postur pertahanan yang sangat besar sejak Idul Fitri, dapat melanjutkan operasi normal mereka melawan Taliban serta para pejuang ISIS yang tidak ada gencatan senjata.

Gencatan senjata Idul Fitri menyulap harapan mengakhiri 40 tahun pertempuran di Afghanistan, akan tetapi ada sedikit harapan yang realistis di antara para pejabat keamanan dan diplomat asing di Kabul dari setiap terobosan langsung. Sementara tetangga regional, mitra internasional dan gerakan sipil Afghanistan semuanya menyerukan perdamaian. Taliban telah menolak pembicaraan dan pertempuran sengit telah berlangsung di banyak bagian Afghanistan sejak akhir Idul Fitri. Terbaru, Taliban mengatakan mereka telah menyerang Dasht-e Qala, sebuah distrik di provinsi utara Takhar yang sempat mereka duduki bulan lalu. Melalui situs resmi “Voice of Jihad” Taliban mengumumkan telah menggelar berbagai serangan di 15 provinsi, yaitu: Baghlan, Daykuni, Ghazni, Helmand, Jawzjan, Kabul, Kapisa, Kunar, Kunduz, Logar, Nangarhar, Paktia, Paktika, Uruzgan, dan Wardak. Pernyataan publik Taliban ini harus dilihat sebagai sebuah pernyataan yang kredibel, mengingat mereka jarang atau tidak pernah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang tidak mereka lakukan. Ditambah pula, pernyataan Taliban biasanya terverifikasi oleh laporan media-media lokal.