BREAKINGNEWS.CO.ID – Lomba menggambar kartun Nabi Muhammad yang digelar oleh politisi anti-Islam Belanda, Geert Wilders, mendapatkan kecaman keras dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal OKI, Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen menyebut hal tersebut sebagai langkah 'provokatif', yang hanya menabur kebencian di antara kelompok beragama. "Kebebasan berbicara bukan berarti melukai perasaan seseorang," kata Al-Othaimeen, seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu News Agency, Selasa (24/7/2018).

Bulan lalu, Partai Kebebasan pimpinan Wilders mengumumkan rencana penyelenggaraan lomba kartun Nabi Muhammad di kantor partainya di Gedung Parlemen, Belanda. Partai anti-Islam itu juga pernah menyerukan agar Al-Quran dilarang. Saat mengumumkan rencana tersebut, 12 Juni lalu, Wilders mengklaim lomba menggambar kartun Nabi Muhammad itu telah disetujui oleh Badan Anti-Terorisme Belanda NCTV.

Kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad telah lama dikecam umat muslim di seluruh dunia. Namun Partai Wilders menuai popularitas atas kampanye anti-Islamnya. Dari partai yang tidak diunggulkan, Partai Kebebasan menjadi partai terbesar kedua di Parlemen setelah pemilu Belanda Maret lalu. Dalam kampanyenya, Wilders menyerukan agar Belanda tidak lagi menerima imigran atau pencari suaka dari negara berpenduduk mayoritas Islam. Dia juga berkampanye untuk melarang jilbab di tempat umum, bahkan menyebut sapaan khas Islam sebagai pelanggaran ketertiban umum. Juri dalam lomba yang rencananya bakal digelar akhir tahun tersebut adalah kartunis asal Amerika Serikat, Bosch Fawstin. Dia adalah pemenang lomba karikatur Nabi Muhammad di Garland, Texas, Mei 2015.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bosch Fawstin merupakan seorang mantan Muslim yang memutuskan untuk keluar dari Islam pada 2004 lalu. Dia juga dikenal sebagai kartunis kritis dan anti-jihad. Hidupnya berubah, keluar dari Islam usai peristiwa 9/11, atas misi anti Jihadnya, Fawstin telah dikenal sebagai ikon anti-Islam.

Fawstin menggambarkan sosok Muhammad dengan sebuah sorban, dengan menghunus pedang sambil berkata 'Jangan menggambar diriku'. "Itu Mengapa saya Menggambar Anda," lanjut Fawstin. Fawstin mengaku lahir dan dibesarkan seorang Muslim di Bronx (New York). Dia memiliki orang tua Muslim, namun jarang ke Masjid. Ia mengaku, sejak keluar Islam lah justru ia banyak membaca buku-buku tentang Islam, Jihad dan Muhammad.