BREAKINGNEWS.CO.ID- Bagi kalangan yang pro poligami, sering mengeluarkan propaganda bahwa poligami adalah sunnah Nabi. Karena faktanya Nabi Muhamad Saw memang poligami. Namun bagi aktivis muda NU, Mohamad Guntur Romli, melarang poligami bisa disebut sebagai "Sunnah Nabi". 
 
"Sunnah artinya tradisi. Apa yang diucapkan, dikerjakan dan ditetapkan Nabi disebut sunnah. Nah, yang jarang dibahas, melarang poligami sebenarnya juga Sunnah Nabi, karena beliau pernah melarang putri terkasih beliau Sayyidah Fathimah dipoligami suaminya, Imam Ali," ujar Guntur kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/12/2018). 
 
Pria yang dikenal sebagai "anak ideologis" Gus Dur ini menunjukkan beberapa hadits Nabi yang menegaskan larangan poligami bagi Fathimah. 
 
"Semuanya hadits-hadits Shahih, riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi bahwa Nabi Muhamad Saw menolak Sayyidah Fathimah dipoligami, karena alasan tidak mau punya besan bekas musuh Allah hingga poligami itu bisa menyakiti putrinya Sayyidah Fathimah, Imam Ali pun tidak poligami sampai Sayyidah Fathimah wafat," jelas Guntur Romli yang kini Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini. 
 
Guntir Romli menunjukan hadits riwayat oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad Saw bersabda:
 
Bani Hisyam bin al-Mughirah meminta izin padaku mereka mau menikahkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib, tidak akan aku beri izin, tidak akan aku beri izin, tidak akan aku beri izin kecuali (Ali) bin Abi Thalib menceraikan putriku (Fathimah) dan ia bisa menikah dengan putri mereka, karena sungguh putriku adalah bagian dari diriku, aku akan gelisah yang membuatnya gelisah dan menyakitiku apapun yang membuatnya sakit. (HR. Muslim)
 
Hal yang menarik putri-putri Nabi Muhammad Saw tidak ada yang dipoligami. 
 
"Nabi Muhammad Saw memiliki empat orang putri yang semuanya tidak dipoligami. Sayyidah Zainab yang menikah dengan Abul Ash, Sayyidah Ruqayyah dan Sayyidah Ummi Kultsum yang menikah dengan Sayyidina Utsman dan Sayyidah Fathimah yang menikah dengan Imam Ali, semuanya tidak dipoligami. Ini fakta sejarah yang tidak bisa dibantah" kata Guntur Romli. 
 
Oleh karena itu, lanjut Guntur Romli, menolak poligami tidak bisa dituduh anti Islam, bahkan itu mengikuti "Sunnah Nabi". 
 
"Kalau ada istri menolak dipoligami itu mengikuti sikap Sayyidah Fathimah, kalau ada wali (orang tua) yang melarang putrinya dipoligami itu mengikuti sunnah Nabi Muhammad Saw, penolakan terhadap poligami ada dalilnya, jadi yang menolak poligami tidak bisa disebut anti Islam," kata Guntur Romli. 
 
Namun Guntur Romli mengingatkan hukum poligami tetap mubah (boleh), tidak bisa diubah jadi haram. Karena Rasulullah Saw saat melarang putrinya dipoligami tidak untuk mengharamkan poligami tapi hanya melarang. 
 
"Poligami tidak bisa diharamkan, tapi bisa dilarang, hukum asal poligami tetap mubah dengan syarat-syarat yang ketat, kalau syarat-syarat nya tidak terpenuhi maka bisa dilarang", pungkas Guntur Romli.