BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemilihan Umum (Pemilu) yang berlangsung pada Rabu (17/4/2019) lalu adalah momentum bagi bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin yang mengakar dan selalu bekerja demi kepentingan rakyat.

Siapapun nanti yang di tetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, harapan rakyat paling besar ialah terpilihnya pemimpin yang mampu menjadikan negeri ini aman, makmur, dan penuh toleransi

Pemimpin yang menyadari bahwa kekayaan alam dan budaya Indonesia adalah anugerah sang Maha Pencipta yang harus senantiasa dijaga. Pemimpin yang tak berjarak dengan kawulanya dan berorientasi untuk kejayaan indonesia.

Itulah sebabnya suara dan harapan rakyat harus selalu dikumandangkan, agar pemimpin yang terpilih terus ingat dan melaksanakan semua yang pernah ia janjikan.

Melalui konser yang bertajuk Kolase Indonesia, inilah saatnya untuk merajut kembali untaian benang persatuan. Walaupun berbeda pilihan sejatinya adalah sebuah keniscayaan. Namun perbedaan tidak boleh berujung pada perpecahan. Kita boleh berbeda arah tapi bangsa tidak boleh terbelah. Konser Kolase Indonesia sejatinya merupakan upaya membangun kembali harmonisasi kehidupan sekaligus menjadi ruang kontemplasi dan intropeksi kita sebagai penghuni negeri ini.

Pesan melalui lirik lagu dan puisi yang diharmonisasikan dengan keindahan musik bakal mudah diingat oleh para penikmatnya. Pesan tersebut akan disampaikan oleh jurnalis foto senior yang juga penyanyi balada Hariyanto Boejl.

Siapa Hariyanto Boejl?

Sosok yang biasa dipanggil Boejl tersebut pertengahan tahun lalu sukses meluncurkan album dan konser tunggal yang bertajuk kontemplasi dengan musisi ternama Indonesia seperti Toto Tewel, Edi Daromi, Yose Kristian dan kawan-kawan. Selain itu akhir 2018 lalu ia juga sukses menggelar konser merangkai negeri di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sebelumnya, Boejl juga konser tunggal berjudul Nyanyian Jiwa di Amigos, Kemang 13 April 2017. Selain itu ia juga pernah berkolaborasi dengan musisi legendaris Ian Antono dalam konser Spirits of Legend, serta menjadi penyanyi utama dalam berbagai konser termasuk konser Lombok-Palu-Donggala, Revival, Energi of Music, Soul and Classic Rock, Runs Through Vains di Medan, The Power of Herois, Walk of Fame, dan konser amal Solidaritas untuk Aceh bersama Ahmad Albar dan masih banyak yang lain.

Hariyanto mulai menekuni dunia musik sejak akhir 2016 lalu. Atas ajakan penyanyi Soul Maxi Bahajjaj, ia menjadi salah satu penyanyi dalam konser Walk of Fame, 6 Desember 2016 di Kemang. Lalu, bersama Ahmad Albar tampil dalam konser amal untuk korban gempa Pidie Jaya, Aceh, di Kemang 22 Desember 2016. Sejak itu, ia kerap ikut ambil bagian dalam beberapa konser musik di Jakarta. Puncaknya, Boejl (panggilan akrabnya) menggelar konser tunggal yang bertajuk Nyanyian Jiwa di jakarta, Kamis, 27 April 2017.

Pada 27 Juli 2018 lalu Boejl meluncurkan album perdana sekaligus menggelar konser tunggal yang bertitel Kontemplasi bersama Toto Tewel, Edi Daromi, Yose Kristian dan musisi kenamaan lainnya di Jakarta. ia juga menggelar konser bertema merangkai negeri di TMII, Jakarta, Desember 2018. Selain itu, Boejl juga tampil dalam perhelatan musik internasional BNI Java Jazz Festival di Jakarta, Sabtu, 2 Maret 2019 lalu.

Sehari-hari Boejl menjalani profesi sebagai jurnalis foto. Ia memulai karier sebagai pewarta foto Jawa Post pada 1993. Setelah itu ia bekerja di berbagai media, termasuk menjadi editor foto di Tempo News Room. Kini Boejl menjadi Kepala Divisi Artistik dan Foto di Media Indonesia.

Puluhan penghargaan dari dalam dan luar negeri telah ia raih. Diantaranya dari The World IOC Sport Photographic Contest 1997, Highly Commended Ballantine's International Photography Award 1996 United Kingdom, Citation Prize Omiya Humor Photo Contest, Japan 1997, Grand Prize Photo Competition "Citra Indonesia" British Council 1998, juara 1 "Satwa Indonesia 2005" Photo Competiton, pemenang utama Mochtar Lubis Award 2010 dan juara 1 National Geographic - First Media Instagram photo Competition 2011.

Boejl juga aktif memberikan workshop fotografi jurnalistik, menjadi kurator buku-buku fotografi jurnalistik, penulis buku-buku fotografi dan menjadi juri berbagai lomba foto berskala nasional maupun internasional 2005 hingga saat ini.