BREAKINGNEWS.CO.ID - Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) Indonesia yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif kembali membuktikan komitmennya. Lembaga pemerintahan nonkementerian ini yang akan membantu mengembangkan 16 sub sektor yang menjadi fokus utama. Dan 6 sub sektor diantaranya yang menjadi unggulan dan prioritas BeKraf saat ini. Salah satunya yang menjadi perhatian BeKraf adalah sub sektor game.

Dibandingkan dengan fashion, game memang masih memiliki pangsa kecil di tanah air, khususnya untuk game lokal itu sendiri, yang merupakan kreasi dari para kreator muda dan indie di Indonesia. Jika diukur dengan presentase, developer games lokal hanya memegang peranan sekitar 1 persen dari 880 juta US Dollar yang dihasilkan dari 44 juta gamer yang ada di tanah air. Hal ini sungguh miris dan berbanding terbalik jika melihat kenyataan bahwa games hasil kreasi developer lokal lebih disukai masyarakat luar negeri, terlebih Eropa. Hal ini sempat disampaikan oleh Jan Faris Majo selaku Operational Manager AGI (Asosiasi Game Indonesia) dalam acara press conference Tokyo Game Show 2018 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Untuk itu demi membantu pengembang lokal, tahun ini BeKraf akan kembali memperkenalkan tujuh games hasil karya anak Indonesia ke kancah internasional. Ketujuh developer ini akan memamerkan keunikan serta keunggulan dari game mereka diperhelatan game internasional terbesar di dunia, Tokyo Game Show 2018. Acara ini berlokasi di Makuhari Messe Hall 1-11, Event Hall, International Conference Halls, Prefektur Chiba, Jepang mulai 20-23 September 2018 mendatang.

Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri, Bonifasius Wahyu Pudjianto.

BeKraf selaku fasilitator tidak ingin membatasi ketujuh pengembang games lokal selama mengikuti TGS 2018 mendatang. Bukan semata-mata ingin menduniakan games asal Indonesia saja. BeKraf ingin memberi kesempatan bagi 7 developer lokal tersebut untuk menemukan partner bisnis yang lebih besar untuk memberikan peluang lebih berkembang dan maju pastinya.

Selain itu, BeKraf melalui Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bonifasius Wahyu Pudjianto pun berharap dengan keikutsertaan game lokal ke event internasional dapat menarik minat dari para pengembang aplikasi untuk bisa mengembangkannya di Indonesia, yang mungkin nantinya dapat bekerja sama pula dengan publisher dari Indonesia.

Ketujuh developer yang akan ikut dalam TGS 2018 antara lain AGATE, Megaxus, SEMISOFT, Lentera Nusantara Studio, Wisageni, Melon Gaming dan Studio Namaapa. Ini merupakan keikutsertaan kedua kalinya untuk mereka di event internasional selama 2018, setelah sebelumnya di San Fransisco dalam gelaran Game Collection pada Maret lalu. Sedangkan Indonesia melalui BeKraf sendiri sudah ketiga kalinya mengikutsertakan game lokal ke ajang TGS tersebut.

Tahun 2018 ini BeKraf mengusung tema ‘Archipelageek’, yang ingin memperkenalkan Indonesia ke pasar internasional dengan berbagai etnis serta kultur dari sekitar 17.000 pulau yang ada mulai dari barat hingga ke timur melalui sebuah jalan baru yaitu game.