BREAKINGNEWS.CO.ID - Jelang sidang vonis terduga aksi terorisme Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, pengamanan dari pihak kepolisian pun diperketat. Sidang vonis tersebut rencananya akan digelar hari ini, Jum'at (22/6/2018). Menurut pantauan breakingnews.co.id di PN Jaksel, polisi bersenjata lengkap pun terlihat berjaga-jaga disetiap sudut lokasi.

Mulai dari jalan raya di depan PN Jaksel, pintu masuk hingga area sensitif lainnya di lingkungan pengadilan. Para awak media baik dari dalam maupun luar negeri pun juga sudah siap untuk meliput sidang vonis Aman yang merupakan pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Namun, saat sidang dimulai, para awak media pun dipersilahkan keluar meninggalkan ruangan sidang. Awak media yang ingin meliput jalannya sidang vonis Aman, pihak kepolisian pun melarang membawa kamera, ponsel maupun alat perekam lainnya ke dalam ruangan sidang. Pintu masuk di tiga sisi ruangan sidang pun dijaga ketat oleh pihak keamanan.

Seperti diberitakan sebelumnya pihak kepolisian pun meminta kepada wartawan maupun masyarakat yang akan menghadiri sidang tersebut untuk tidak membawa alat perekam, handphone maupun kamera kedalam ruang sidang.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar pun mengatakan jika larangan tersebut merujuk pada edaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang melarang siaran langsung sidang terorisme.

"Jelas nanti yang masuk ke tempat sidang steril. Kan udah ada larangan dari KPI itu, karena itu rawannya adanya penyebaran ideologi, ketika mereka (jaringan teroris) lihat itu adrenalinnya naik. Makanya ada arahan dari komisi penyiaran tidak boleh live, jadi semua peralatan untuk live tidak boleh," papar Kombes Indra, Kamis (21/6/2018).

Menurutnya, sidang tersebut memang terbuka untuk umum, termasuk para wartawan. Namun, alat komunikasi maupun peralatan untuk melakukan peliputan dilarang untuk dibawa kedalam ruang sidang.

"Siapapun boleh (masuk ruang sidang), termasuk wartawan boleh tapi tanpa bawa peralatan, alat perekam, kamera, termasuk handphone nggak boleh," katanya.

Lantas, bagaimana seorang wartawan dalam menjalankan tugasnya? "Dari luar sidang saja nanti liputnya. Besok mohon maaf, karena sudah keluar dari KPI untuk tidak menyiarkan secara langsung," paparnya.