BREAKINGNEWS.CO.ID – Pembalap Repsol Honda mengaku tak menyangka merebut pole position MotoGP Thailand 2018 dengan hanya melaluinya dari fase Q1. Ia merasa hal tersebut sangat mengejutkan dan sama sekali tak pernah terlintas dalam pikirannya, mengingat perfoma RC213V tunggangannya sedang berada dalam perfoma terbaik.

Sejak sistem kualifikasi ini diterapkan, tak ada satupun pembalap yang memulai kualifikasi dari Q1 berhasil meraih pole. Sampai akhirnya hal tersebut dipatahkan Marquez di Sirkuit Chang International, Buriram. Terjatuh pada menit-menit akhir latihan bebas ketiga, Marquez hanya menempati posisi ke-11 secara keseluruhan, dan harus memulai kualifikasi dari babak awal, yang kedua musim ini setelah sebelumnya di Barcelona.

Kala itu, Marquez mengisi posisi start kedua, di belakang Jorge Lorenzo. Namun hari ini ia menjadi pembalap tercepat dengan torehan waktu 1 menit 30,088 detik, unggul 0,011 detik atas Valentino Rossi di posisi kedua.

"Tidak, bukan niatan saya untuk berada di Q1. Saya sangat kecewa pagi ini, karena sepanjang akhir pekan feeling saya sangat bagus, dan segalanya siap untuk langsung berada di Q2, tapi kali ini saya harus memulai dari Q1," ujar Marquez di konferensi pers usai kualifikasi.

"Tapi, jujur saja saya berkendara lebih baik saat Q1 dibanding Q2. Untuk beberapa alasan, saya terlalu menekan saat Q2, sedikit melampaui batasnya. Namun saat Q1, saya berkendara dengan halus, serta catatan waktu bagus mudah didapat. Saya berharap menembus 1 menit 29 detik di Q2, namun saya terlalu menekan, dan melakukan kesalahan tambahan. Hal baik terjadi besok," ia menjelaskan.

Kendati menunjukkan kecepatan teramat baik, pembalap asal Cervera itu mengatakan saat ini Andrea Dovizioso memiliki kecepatan lebih baik, meski jarak keduanya tidak terpaut jauh, Marquez juga mengklaim Yamaha sebagai ancaman serius saat balapan. "Di atas kertas saat ini, Dovizioso terlihat sangat kuat, tampaknya ia yang tercepat. Kami sangat-sangat tipis, lalu kemudian dua Yamaha juga sangat kencang saat latihan bebas keempat. Mereka dapat berkendara dengan [catatan waktu] 1 menit 31 detik tengah-rendah secara konsisten, ini akan sulit," tuturnya.

"Tapi ya, 10 lap terakhir balapan akan krusial. Ban akan sedikit menurun, namun di luar itu saya senang dengan bagaimana kami bekerja dengan tim," ungkapnya. Dengan keunggulan 72 poin atas Dovizioso, raihan hasil maksimal di Buriram akan membuat Marquez semakin dekat dengan gelar kelas premier kelimanya.