BREAKINGNEWS.CO.ID – Layanan kereta di Provinsi Guangdong serta Hainan di Cina selatan terpaksa dihentikan sejak Minggu (16/9/2018) pagi waktu setempat, ketika topan Mangkhut mendekati kedua wilayah tersebut. Badai terbesar tahun 2018 ini diprediksikan memasuki wilayah Guangdong serta Hainan pada Minggu (16/9) malam. Topan Mangkhut memiliki kecepatan angin hingga 330 kilometer per jam dan porak-poranda beberapa wilayah Filipina. Akan tetapi saat bergerak ke Cina, kecepatan angin dipastikan mengalami penurunan.

Melansir Xinhua, menurut Pusat Meteorologi Nasional Cina, badai Mangkhut bergerak ke Kota Yangjiang, Provinsi Guangdong dengan kecepatan angin sekitar 80 kilometer per jam. Menurut Cina Railway Guangzhou Group Co., pihaknya memerintahkan hampir 10.000 karyawan untuk melakukan patroli pengawasan terhadap bahaya badai Mangkhut. Mereka akan melakukan pengecekan ke sejumlah bagian penting rel kereta pasca dihantam badai. Tidak hanya layanan kereta, hampir semua maskapai penerbangan di Kota Haikou serta Sanya sudah menginformasikan membatalkan jadwal penerbangan.

Bandar udara di kota-kota itu ditutup untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Pihak pelabuhan udara setempat memberikan laporan tidak ada penumpang yang terlantar di bandara karena informasi penutupan sudah diumumkan sebelum badai menerjang wilayah itu. Sementara seluruh penerbangan melalui Bandar Udara Shenzhen semua dibatalkan pada Minggu (16/9) sampai Senin (17/9) pagi. Departemen Pariwisata Provinsi Hainan juga sudah memerintahkan sekolah dan tempat wisata serta tempat layanan publik ditutup untuk periode yang sama. Provinsi Guangdong juga telah melakukan tindakan pencegahan serupa.

Sebelumnya juga, otoritas setempat sudah mengevakuasi lebih dari dua juta orang jelang terjangan topan Mangkhut yang akan menghantam Cina pada Minggu (16/9) sekitar pukul 17:00 waktu setempat. Kantor berita resmi Cina, Xinhua, memberikan laporan kalau 2,45 juta orang itu dievakuasi dari Provinsi Guangdong, di mana topan pertama kali menerjang. Untuk memfasilitasi para warga yang dievakuasi, pemerintah Cina sudah menyiapkan 18.327 pos penampungan. Sementara itu, 632 tempat wisata serta 29.611 situs konstruksi juga ditutup menjelang topan super ini.

Sebagaimana dikutip CNN, Xinhua memberikan laporan kalau angin berkecepatan 173 kilometer per jam terus berembus, bahkan juga meningkat hingga 223 kilometer per jam, lebih kuat dari Badai Florence yang menerjang Amerika Serikat.