BREAKINGNEWS.CO.ID – Terkait dengan laporan yang mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sempat mempertimbangkan untuk menyerang Venezuela, Presiden Nicolas Maduro dikabarkan sudah memerintahkan angkatan bersenjata negaranya untuk siap siaga.

"Anda tidak bisa menurunkan penjagaan bahkan sedetik pun, karena kami akan membela hak terbesar bagi tanah air kami sepanjang sejarahnya yaitu untuk hidup dalam damai," ucap Maduro saat berpidato dalam upacara militer, Kamis (5/7/2018). Peringatan itu dilontarkan Maduro setelah beberapa media AS memberikan laporan kalau Trump sudah sempat mempertanyakan kemungkinan menginvasi Venezuela kepada sejumlah penasihat kebijakan luar negeri Gedung Putih pada Agustus lalu.

Maduro menganggap berita-berita itu memberi dukungan asumsinya selama ini yang menilai kalau AS tengah merencanakan serangan militer terhadap Venezuela. Pemimpin Venezuela yang sudah menjabat sejak 2013 lalu itu menganggap rencana invasi dilakukan AS hanya untuk menguasai cadangan minyak negara yang besar. Dia juga menuding bahwa gagasan Trump muncul tidak lama setelah sejumlah tokoh oposisi Venezuela berkunjung ke Gedung Putih.

"Apakah semua ini kebetulan? bukan, ini bukan kebetulan," kata Maduro seperti dikutp AFP. Mengutip pejabat senior AS kepada CNN, Trump mengajukan gagasan itu saat rapat dengan sejumlah pejabat guna mendiskusikan penjatuhan sanksi AS terhadap Venezuela. Trump mempertimbangkan hal itu demi menggulingkan Maduro yang dianggapnya sebagai pemimpin diktator sayap kiri yang korup. Dalam beberapa tahun terakhir Venezuela terus dirundung krisis ekonomi dan politik.

Akan tetapi, para penasihat Trump menolak gagasan tersebut dengan menganggap setiap bentuk aksi militer akan memicu eskalasi konflik dan membahayakan kepentingan AS di negara Amerika Latin itu. Venezuela selama ini menjadi fokus dalam kebijakan Trump di kawasan Amerika Latin. Dia kerap meningkatkan tekanan pada pemerintahan Maduro dengan menjatuhkan sanksi maupun melontarkan peringatan tegas agar mengadakan pemilihan umum yang adil.

Wakil Presiden AS, Mike Pence juga beberapa kali bertemu dengan para pemimpin oposisi Venezuela dan mengkritik keras pemerintahan negara tersebut saat berkunjung ke Amerika Latin. Komentar semacam ini bukan kali pertamanya keluar dari mulut Trump. Sebelum peredaan ketegangan dengan Korea Utara belakangan ini, Trump mempertimbangkan serangan pencegahan terhadap Pyongyang. Seperti dalam kasus Venezuela, para anak buahnya langsung meminta Trump tak melakukan tindakan tersebut.