BREAKINGNEWS.CO.ID – Istri mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Rosmah Mansor, kembali diperiksa oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) untuk yang kedua kalinya terkait dengan skandal korupsi lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Rosmah dilaporkan tiba di gedung MACC pada Rabu (26/9/2018) sekitar pukul 09:50 waktu setempat untuk menjalani pemeriksaan terkait skandal korupsi yang turut menjerat suaminya itu. Dikutip The Star, Ketua Komisioner MACC, Shukri Abdull, sebelumnya menuturkan penyelidikan terkait Rosmah sudah selesai dan sudah diserahkan ke Mahkamah Agung.

MACC tidak menutup kemungkinan Rosmah akan segera dijatuhi dakwaan. Walaupun demikian, badan anti-rasuah itu menuturkan keputusan sepenuhnya berada di tangan Mahkamah Agung. Sebelumnya, Rosmah dilaporkan akan dijatuhi 20 dakwaan kasus dugaan pencucian uang terkait 1MDB. Salah satu tuduhan yang kemungkinan akan dilayangkan kepadanya berkaitan dengan pembelian produk-produk kecantikan dan anti-penuaan dari Amerika Serikat bernilai lebih dari satu juta ringgit atau sekitar 3,4 miliar rupiah.

Menurut sumber, ada pembayaran lebih dari satu juta ringgit atau sekitar 3,4 miliar rupiah ke seorang dokter pada Februari 2015 lalu untuk pembelian dua set obat masing-masing dengan harga 500 ribu ringgit atau sekitar 1,7 miliar rupiah. Nomor rekening dalam transaksi tersebut serupa dengan akun Najib di Bank AmIslamic yang berkaitan dengan penyelidikan 1MDB. Saat ini, rekening itu sudah ditutup.

Selama suaminya menjabat sebagai PM, Rosmah memang dikenal sebagai ibu negara yang angkuh dan memiliki gaya hidup mewah. Wanita berusia 66 tahun itu disebut kerap berpelisir keluar negeri dan membeli barang, kosmetik, hingga perhiasan mewah. Rosmah disebut menggunakan uang SRC International, anak perusahaan 1MDB, untuk memenuhi kepuasannya akan barang mewah. Beberapa bulan lalu, kepolisian Malaysia menyita ratusan perhiasaan, sepatu, dan tas mewah milik Rosmah saat menggeledah tempat tinggalnya dan Najib. Total nilai barang sitaan itu mencapai sekitar 3,8 triliun rupiah.

Rosmah sendiri sudah diperiksa secara menyeluruh oleh MACC terkait penyelidikan dugaan aliran dana mencurigakan ke SRC International. Najib sendiri sudah didakwa atas tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan dan satu tuntutan penyalahgunaan kewenangan dalam skandal 1MDB.

Semua tuntutan itu terkait dengan aliran dana sekitar 42 juta ringgit atau sekitar 149,4 miliar rupiah dari bekas anak perusahaan 1MDB, SRC International, ke rekening pribadi Najib. Jika terbukti bersalah, Najib terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara, serta denda minimal setara dengan nilai suap.