BREAKINGNEWS.CO.ID- Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Profesor Hermawan Sulistyo mengusulkan agar pemilu, baik legislatif maupun presiden, di Papua ditunda karena kondisinya tidak kondusif. Terkait hal ini, Partai NasDem serahkan persoalan tersebut kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). 
 
"Kita serahkan kepada KPU ya yang tahu situasi. Pasti KPU itu melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, kamtibmas dan TNI, dan Pemda. Kalau itu bisa diteruskan kenapa tidak untuk diteruskan," ujar Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2018). 
 
Namun Johnny yakin kondisi Papua saat ini sudah aman terkendali. Untuk itu kata Caleg Partai NasDem nomor urut 1 Dapil NTT 1 ini, tidak ada alasan lagi untuk menunda pesta demokrasi 5 tahunan di bumi Cenderawasih tersebut. 
 
"Saya kira saat ini kondisi di Papua kan sudah bisa terkendali lagi sehingga tidak menjadi alasan untuk ditunda. Kecuali memang nanti saat itu saat pertimbangan kemanan tidak bisa dilakukan. Tapi secara rensponsif hanya di titik-titik tertentu bukan di seluruh Papua. Memang ada satu dua yang menjadi titik kerawanan. Nah di situ saja," katanya. 
 
Sebelumnya, Kapolri Tito Karnavian mengatakan bahwa Provinsi Papua masih menjadi salah satu daerah rawan yang diantisipasi mereka dalam perhelatan Pemilu 2019. Papua menjadi daerah yang diantisipasi karena memiliki sistem noken serta merupakan daerah pegunungan yang masih terdapat kelompok bersenjata di dalamnya.