BREAKINGNEWS.CO.ID -Polres Metro Jakarta Barat merilis penyebab terjadinya ledakan di Mall Taman Anggrek. Polisi menetapkan pegawai Mal Taman Anggrek atau PT. Mulya berinisial K dan F sebagai tersangka atas kasus ledakan di lantai 4, mal terbesar di Jakarta Barat itu. 

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan, saat itu ada pemindahan counter food court dari lantai 4 ke lantai 2 dengan estimasi waktu satu harus sudah selesai pengerjaan.

"Jadi pemindahan itu juga harus mencopot meteran gas. Sebelumnya mereka ini sudah pernah melakukan pengerjaan serupa," kata Hengki kepada wartawan di Mapolres Jumat (22/2/2019).

Namun, dalam proses pelepasan meteran gas itu ternyata ada SOP tidak dilaksanakan oleh kedua pegawai tersebut. Sebab, atas perintah orientasi chief engineering untuk melaksanakan pencopotan meteran dengan sesuai SOP.

"Ini untuk diingat setelah pencopotan meteran gas harus ada keselamatan dan keamanan  yang dijamin, harus ada penutup aliran gas," sebut Hengki.

Sayangnya, setelah dicopot ada pipa yang bocor dan harus diganti dengan dop meteran dan kemudian dop itu harus juga ditutup oleh Pleng sehingga gas tidak keluar.

"Namun para hari itu ada tiga yang dicopot tapi dop nya ada dua, sehingga dua orang ini spekulasi ini tidak perlu ditutup, dicopot 8.00 kemudian setelah dicopot, satu ditutup kedua ditutup yang ketiga hanya dengan alasan dop sedang dibuat," paparnya. 

Tak lama setelah didiamkan, pegawai food court yang tidak disebutkan namanya datang dan menghidupkan kompor. Karena tak menyala, akhirnya karyawan itu membuka tuas pipa gas.

Sayangnya, gas yang keluar tidak bisa ditutup kembali dan semakin deras keluarnya. Lebih lanjut, karyawan itu mencoba meminta bantuan ke security tapi tidak lama justru lokasi itu meledak.

"Barang bukti ada kesesuaian dengan saksi ahli ternyata itu sumber dari kebakaran. Kita lihat gas itu posisi yang kuat ini ada kesesuaian beberapa barang bukti sebagai penetapan tersangka. Sangat mungkin tersangka akan  bertambah. Kita tidak ingin terjadi lagi seperti ini," pungkas Hengki.

Keduanya dikenakan pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran dan melukai orang lain dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.